219. 983 Pekerja Kalteng Siap Terima BSU

  • Whatsapp
219. 983 Pekerja Kalteng Siap Terima BSU
PENYERAHAN- Penyerahan BSU oleh Presiden RI Joko Widodo secara streaming di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalteng, Kamis (27/8)/ISTIMEWA.
iklan atas

**Presiden Serahkan untuk 2,5 Juta Peserta BPJamsostek
PALANGKA RAYA- Presiden RI Joko Widodo secara simbolis menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada peserta BPJamsostek di Istana Negara Jakarta, Kamis (27/8). Jokowi menerima perwakilan pekerja di Istana Negara dan memberikan BSU gelombang pertama untuk 2,5 juta pekerja.

BSU ini diterima oleh 20 orang perwakilan dari pekerja kategori Penerima Upah (PU) dengan berbagai latar belakang pekerjaan. Disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Utama BPJamsostek, dan juga secara live streaming bersama 495 perwakilan pekerja dari seluruh Indonesia.

Menurut Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto, sebanyak 2,5 juta pekerja ini merupakan gelombang pertama dari total 10,8 juta nomor rekening yang sudah tervalidasi oleh BPJamsostek. Gelombang berikutnya untuk transfer dana BSU akan segera dilakukan secara bertahap hingga seluruh rekening pekerja yang telah tervalidasi bisa menerima haknya.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada perusahaan untuk menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja. Begitu pula dengan nomor rekening yang tidak valid, kami kembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya, dan akan kami lakukan validasi ulang,” tutur Agus.

Agar BSU ini tepat sasaran, pihaknya melakukan validasi berlapis sebanyak 3 tahap. Sampai dengan Rabu (26/8), total nomor rekening yang diterima BPJamsostek mencapai 13,8 juta. Dari jumlah tersebut data nomor rekening tervalidasi mencapai 10,8 juta data.

“Kami minta kepada perusahaan untuk segera, baik yang belum mengirimkan maupun yang melakukan konfirmasi ulang, agar mengirimkan kepada kami paling lambat tanggal 31 Agustus 2020,” tegasnya.

Dikatakan Agus, BSU yang diberikan oleh Pemerintah RI ini menjadi salah satu nilai tambah menjadi peserta BPJamsostek. Tentunya upaya yang dilakukan pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat pekerja.

“Kami terus mengimbau kepada perusahaan agar selalu mendukung dan dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerjanya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala BPJamsostek Cabang Palangka Raya Royyan Huda memberikan apresiasi kepada pemerintah atas komitmen pemberian BSU kepada masyarakat pekerja.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah atas telah dijalankan komitmen dari program BSU ini kepada masyarakat pekerja formal Indonesia, sebagai bentuk hadirnya negara di tengah masyarakat dalam menjaga, melindungi, dan meningkatkan konsumsi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Royyan menerangkan, untuk Palangka Raya, Katingan, Barito Selatan, Gunung Mas, dan Barito Timur, ada 31.751 data penerima. Sedangkan Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, 56.158 data penerima. Lalu Kapuas dan Pulang Pisau 29.011. Barito Utara dan Murung Raya 7.829, Seruyan 27.612, serta Sampit 67.622. Jadi total data calon penerima BSU di Kalteng sebanyak 219. 983 pekerja.

“Ini data valid yang kami serahkan ke Kemenaker di Kantor Pusat sebagai sumber data yang siap menerima BSU sesuai kriteria penerima bantuan untuk seluruh wilayah Provinsi Kalteng. Artinya, ini jumlah pekerja formal dan berstatus sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang berhak menerima bantuan di wilayah Kalteng,” kata Royyan.

Mengenai kepastian apakah mereka menerima di batch I, yang menentukan adalah Kementerian Tenaga Kerja melalui verifikasi berlapis dari Kemenkeu yang nantinya apabila lolos dalam verifikasi maka resources data peserta BPJamsostek tersebut dapat menerima BSU-nya.

Ditambahkan Royyan, melalui momentum ini pula diharapkan akan meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat maupun para pengusaha yang belum mendaftarkan para pekerjanya ke dalam program perlindungan BPJamsostek, agar segera mendaftarkan pekerjanya ke dalam 4 program, JKK, JKM, JHT dan JP.

Royyan mengatakan, dengan iuran yang sangat murah sebesar Rp16.800/bulan, ketika terjadi risiko kecelakaan dan kematian yang menimpa pekerja, maka manfaat santunan yang sangat besar dari BPJamsostek dapat menjaga dan melindungi kesejahteraan para pekerja maupun kepada ahli waris.

“Sedangkan untuk manfaat Jaminan Kematian dibayarkan sebesar Rp42.000.000. Jika terjadi risiko kecelakaan yang menyebabkan kematian pekerja dalam kondisi sedang bekerja, maka santunan dibayarkan hingga 48 x upah yang dilaporkan, dan beasiswa bagi 2 orang anak yang ditingggal dengan total sebesar Rp174 juta,” jelas dia. dsn

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas