Disebut Dalang Perampasan Chainsaw PT SML

  • Whatsapp
Disebut Dalang Perampasan Chainsaw PT SML
Effendi Buhing
iklan atas

Effendi Buhing: Hanya Miskomunikasi
PALANGKA RAYA/tabengan.com- Proses penyidikan pasca-ditangkapnya Effendi Buhing terus berlanjut. Dari pemeriksaan 4 tersangka yang telah ditangkap sebelumnya, terungkap Ketua Komunitas Adat Laman Kinipan tersebut menjadi dalang dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan (perampasan) satu unit chainsaw dan pembakaran pos pantau api milik PT SML.

Effendi ditangkap setelah PT SML melaporkan tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 365 KUHPidana pada 9 Agustus 2020 lalu.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, peristiwa tindak pidana tersebut terjadi di Blok J047 Affdeling Charlie Tanjung Beringin Estate, Desa Batu Tambun, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, pada 23 Juni 2020.

Saat itu Asmani dan Herman, karyawan PT SML sedang beristirahat setelah selesai melakukan pemotongan kayu menggunakan satu unit chainsaw milik PT SML. Tak lama datang tersangka Riswan, Teki, Embang dan Semar membawa masing-masing satu buah mandau yang diikat di bagian pinggang serta menggunakan ikat kepala merah.

“Saat datang keempat pelaku lalu melakukan dugaan tindak pidana curas dengan membawa satu unit chainsaw yang digunakan oleh kedua karyawan tersebut. Alasannya mereka menganggap keduanya bekerja di wilaya Desa Kinipan dan sampai saat ini belum dikembalikan,” katanya melalui pesan WhatsApp, Kamis (27/8) pagi.

Disebutkan, tersangka kasus perampasan yaitu Teki, Embang dan Semar juga merupakan tersangka kasus pengancaman dan senjatam tajam yang sedang disidik oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kalteng.

Dari hasil pengembangan juga disampaikan bahwa orang yang menyuruh melakukan perampasan adalah Effendi Buhing. Kemudian laporan polisi tentang pembakaran pos pantau api milik PT SML terungkap jika Effendi diduga orang yang menyuruh melakukan.

“Ada saksi yang mengatakan yang bersangkutan ada di lokasi kejadian. Saat ini pemeriksaan awal masih dilakukan kepada Effendi Buhing, walau sampai saat ini yang bersangkutan tidak kooperatif kepada penyidik. Tidak benar kalau kepolisian tidak sesuai prosedur, kami profesional dan tetap memberikan hak Jawab kepada semua karena pada prinsipnya semua sama di depan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Effendi Buhing yang sedang berada di Polres Kobar, dalam keterangan yang disiarkan melalui akun Facebook Bambang Irawan, menyampaikan masalah yang menimpanya hanya miskomunikasi.

“Itu situasional sifatnya, dan saya pun memaklumi. Dari pihak kepolisian juga memaklumi situasi dan kondisi itu. Bagi saya ini merupakan pengalaman dan pelajaran bagi kita semua. Saat ini kondisi saya baik saja, habis ngopi-ngopi, dikasih makan. Tidak ada kesan yang artinya menakutkan. Katanya digebukin, tidak ada. Kata-kata kasar pun tidak ada,” katanya.

Efendi juga menyampaikan harapannya agar kasus ini segera berakhir, diselesaikan dengan baik. Pemerintah, perusahaan dan masyarakat jangan melakukan hal-hal yang bersifat merugikan.

“Semua pihak menahan diri, menahan emosi, karena saya baik-baik saja. Siang ini pun saya akan kembali ke Kinipan, saya minta kawan-kawan yang peduli Kinipan, di mana pun berada, tidak membuat gerakan ataupun tindakan yang merugikan kita sendiri,” katanya. fwa/mel

iklan atas

Pos terkait

iklan atas