Warga Baamang Tuntut Ganti Rugi Kerusakan Lanting dan Kelotok

  • Whatsapp
Warga Baamang Tuntut Ganti Rugi Kerusakan Lanting dan Kelotok
Lanting milik warga yang rusak akibat kapal tanker BBM di Baamang Hulu, warga setempat menuntut ganti rugi. ISTIMEWA
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com- Pasca-peristiwa rusaknya 12 buah lanting dan 2 buah kelotok milik warga akibat terserempet kapal tanker yang mengangkut BBM milik Pertamina, Rabu (27/8), di Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur, warga setempat menuntut agar Pertamina maupun perusahaan yang mengoperasikan kapal tanker tersebut segera memberikan ganti rugi.

Dari hasil pendataan yang dilakukan, sedikitnya ada 3 lanting yang rusak di RT 20 RW 01 dan 9 lanting rusak serta 2 perahu tenggelam di RT 01 RW 01 Baamang Hulu.

“Kesepakatan dari pihak Pertamina ataupun pihak kapal yang melakukan mediasi tadi malam, mereka siap untuk melakukan ganti rugi,” terang Ketua RW 01 Kelurahan Baamang Hulu, M Mastiar, Kamis (27/8).

Disampaikan M Mastiar, dari pendataan yang sudah mereka lakukan, nilai kerugian yang telah terdata akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp78 juta.

“Namun ini masih belum final, karena masih ada warga yang belum tercatat kerugiannya,” jelas Mastiar.

Sementara itu Lurah Baamang Hulu Kasmojoyo mengungkapkan, pendataan terhadap kerusakan lanting dan perahu masih terus dilakukan. Mediasi dengan pihak Pertamina dan pihak kapal juga sudah berjalan. Pihak Pertamina dan kapal juga sudah menyatakan kesediannya untuk memberikan ganti rugi. Kapal SPOB KAPUAS yang menyerempet lanting warga tersebut juga sudah berlayar kembali, dan akan kembali ke Sampit munggu depan.

Sementara itu sejumlah lanting yang rusak akibat kapal tersebut masih belum diperbaiki, kelotok warga yang tenggelam juga masih belum diangkat dari dasar Sungai Mentaya. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas