Diduga Lakukan Curas, Seorang Warga Kinipan Ditangkap Polda Kalteng

  • Whatsapp
Diduga Lakukan Curas, Seorang Warga Kinipan Ditangkap Polda Kalteng
Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun HP, didampingi Wakapolres dan Kabag Ops-nya memberikan penjelasan atas penangkapan seorang warga Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, berinisial EB, Rabu (26/8) malam. KARAMOI
iklan atas

NANGA BULIK/tabengan.com- Seorang warga Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, berinisial EB, Rabu (26/8) sore ditangkap aparat kepolisian dari Ditreskrimum Polda Kelteng.

Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun HP, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penangkapan warga berinisial EB oleh jajaran Ditreskrimum Polda Kelteng tersebut.

“Betul, pada Rabu (26/8) sekitar pukul 15:00 Wib telah dilakukan penangkapan terhadap saudara EB oleh jajaran Ditreskrimum Polda Kalteng atas kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (Curas) sesuai LP/L/173/VII/Res.18/2020/SPKT tanggal 9 Agustus 2020,” ungkap Kapolres Titis, Rabu (26/8) malam.

Dia menjelaskan, semula proses penangkapan terduga pelaku dilakukan secara persuasif. Namun, pada saat proses negosiasi terduga pelaku dan keluarga serta beberapa warga desa berupaya menghalangi proses penangkapan tersebut.

“Sehingga dilakukan upaya paksa secara terukur dan profesional. Dan pada saat proses penangkapan, Polres Lamandau hanya melakukan back up,” ujarnya.

Setelah ditangkap, lanjut dia lagi, terduga pelaku langsung dibawa ke Polda Kalteng untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Ditambahkan, perkara yang menyeret EB ini merupakan pengembangan dari kasus curas yang diduga terjadi pada 23 Juni 2020 lalu termasuk beberapa laporan dugaan tindak pidana lainnya.

“Kasus yang menyeret terduga pelaku ini adalah dugaan tindak pidana curas (pencurian dengan kekerasan), dan yang menangani perkara ini adalah Ditreskrimum Polda Kalteng,” katanya.

Menyikapi banyaknya isu yang beredar di media sosial terkait dengan penangkapan EB, Kapolres Lamandau juga berharap agar masyarakat tidak terprovokasi dengan berbagai isu miring yang berkembang.

“Kami tentu berharap semua pihak tidak terprovokasi dengan adanya berbagai isu miring yang berkembang di dunia nyata maupun dunia maya, termasuk medsos (media sosial). Jangan sampai karena terprovokasi informasi yang tidak terjamin kebenarannya justru kita melakukan pelanggaran cyber atau sejenisnya. Percayakan semuanya terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” harapnya. c-kar

iklan atas

Pos terkait

iklan atas