188 Ribu Orang Lebih Menunggak BPJS Kesehatan

  • Whatsapp
188 Ribu Orang Lebih Menunggak BPJS Kesehatan
PRESS GATHERING- Suasana Press Gathering BPJS Kesehatan di Palangka Raya, Rabu (26/8).TABENGAN-DANEL
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar Press Gathering bersama para awak media, Rabu (26/8). Kegiatan bertempat di La’Sarai Cafe and Resto Jalan MH Thamrin, Kota Palangka Raya itu membahas beberapa hal terkait dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020.

Kepala BPJS Kesehatan Palangka Raya drg M Masrur menyampaikan, BPJS adalah program negara, sehingga BPJS merupakan program bersama seluruh warga Negara Indonesia.

Masrur mengungkapkan, tercatat 188.000 lebih peserta yang menunggak iuran di Kalteng. Jika dikonversikan dalam nilai uang tunggakannya mencapai kurang lebih Rp129 miliar.

“Paling banyak di Palangka Raya. Upaya BPJS menagih via telepon, SMS, melalui kader JKN menagih peserta yang menunggak. Palangka Raya dulu ada 11 kader, saat ini sisa 4 orang. Kendalanya, yang di telepon 100, yang bayar hanya 25 orang,” ujarnya.

Lebih lanjut Masrur mengatakan, banyak masyarakat yang telah merasakan manfaat BPJS Kesehatan, sehingga diharapkan jangan sampai program BPJS terhenti.

“Dan, bagi mereka yang telah membayar, namun tidak terpakai, menganggapnya sebagai tindakan amal bagi orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Namun, menurut Masrur, yang menjadi persoalannya adalah peserta tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh layanan kesehatan.

“Kalau pelayanan kurang bagus, akhirnya peserta kecewa dan menjadi alasan untuk menunggak iuran,” imbuhnya.

Saat ini, tambah dia, terjadi ketidakseimbangan antara iuran dan manfaat. Iuran perlu disesuaikan tiap tahun, karena biaya kesehatan perorangan lebih besar dari biaya iurannya.

Padahal, ada kebijakan pemerintah dalam memberikan relaksasi. Jika peserta memiliki tunggakan di atas 6 bulan, untuk mengaktifkan kartu dengan membayar 6 bulan plus 1 bulan berjalan lebih dulu dan sisanya dapat diangsur.

“Sudah banyak kontribusi negara dalam program JKN. Sebanyak 132 juta lebih penduduk yang menerima manfaat JKN,” sebut dia. dsn

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas