Bocah Penganiayaan Ibunya Dirujuk ke Palangka Raya

  • Whatsapp
Bocah Penganiayaan Ibunya Dirujuk ke Palangka Raya
DIRUJUK- LL (6), anak korban penganiayaan ibu kandung, bertolak ke Palangka Raya untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. TABENGAN/MAYA SELVIANI
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com- LL (6), anak korban penganiayaan ibu kandung di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan menjalani perawatan lanjutan di Kota Palangka Raya.

LL bersama LSM Lentera Kartini, Polres Kotim dan instansi terkait yang melakukan pendampingan bertolak ke Palangka Raya menggunakan mobil ambulans Polres Kotim, Rabu (26/8) siang.

LL yang juga didampingi kakek dan neneknya, tampak ceria ketika hendak berangkat ke Palangka Raya. Membawa boneka besar berwarna pink, LL tidak sabar untuk masuk ke dalam mobil. Bahkan, LL juga sering tersenyum dan melambaikan tangannya kepada keluarga dan wartawan yang mengantarkannya untuk bertolak ke Palangka Raya.

“Ulun tulak (saya berangkat) makasih acil dan om,” ujar LL yang membuat haru keluarga mendengarnya.

Sementara itu, Ketua LSM Lentera Kartini  Forisni Aprilista yang mendampingi kasus LL mengatakan, keberangkatan LL ke Palangka Raya untuk melakukan pengobatan lanjutan. Terutama untuk kondisi tangan LL yang patah karena penganiayaan.

“Rencananya LL akan diobservasi dulu di Rumah Sakit Pambelum Palangka Raya. Mungkin nanti hasil observasinya seperti apa, baru akan dilakukan tindakan,” ujarnya.

Menurut Lis, sapaan akrabnya, kondisi LL sendiri sudah lebih baik dari saat awal LL ditemukan. Seperti untuk bekas luka lebam yang mulai memudar,  juga sudah mulai lahap makan. Untuk kondisi psikologisnya, menurutnya memang masih ada trauma. Namun, pihak keluarga dan pendamping berupaya mengalihkan dan memulihkan trauma korban dengan mengajaknya bermain dan juga berbicara.

“Ini ada saudara-saudaranya yang datang menjenguk, ia sangat senang dan juga ikut bercengkerama dengan teman sebayanya. Kita berupaya agar kondisi hatinya senang, apalagi LL ini anaknya memang tergolong tegar dan kuat,” tuturnya.

Dengan adanya pengobatan lanjutan ini, Lis berharap kondisi tangan LL dapat segera pulih agar LL dapat menjalani kehidupan dengan normal. Apalagi berdasarkan pengakuan LL, kata Lis, LL sangat ingin bersekolah.

“LL bercerita ia ingin sekali sekolah. Ingin banyak teman. Semoga saja impian anak ini bisa segera terwujud jika sembuh nanti,” harapnya. c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas