Bocah Korban Penganiayaan Ibu Kandung dan Kekasih, Trauma

  • Whatsapp
Bocah Korban Penganiayaan Ibu Kandung dan Kekasih, Trauma
TRAUMA- Korban saat dirawat di rumah sakit/ISTIMEWA
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – LL (6), anak korban penganiayaan ibu kandung dan kekasih ibunya di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diinformasikan mengalami trauma berat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim Ellena Rosie mengungkapkan pihaknya sudah melihat kondisi korban penganiayaan yang diamankan di rumah datuknya di Kecamatan Baamang.

Menurutnya, meski LL terlihat sudah seperti biasa, namun kondisi psikologis anak terlihat mengalami trauma cukup berat.

“Luka yang dialami oleh anak ini kan cukup berat, karena selain lebam yang diduga dari bekas pukulan, juga korban mengalami patah tulang, sehingga pasti ada trauma psikis yang dialaminya,” ujarnya, Senin (24/8).

Dikatakan dia, pihaknya sejak awal kasus mencuat, berupaya melakukan pendampingan bersama dengan LSM perlindungan perempuan dan anak, LSM Lentera Kartini. Pihaknya tidak hanya melakukan pendampingan untuk korban, namun juga terhadap kasus yang dialami oleh korban.

Terpisah Sekretaris LSM Lentera Kartini Kotim Fifit Novita Handayani mengatakan kasus penganiayaan anak tersebut juga mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat. Bahkan pegawai dari KPAI Pusat mencari informasi terkait penanganan kasus tersebut kepada pihaknya.

“Kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk KPAI. Untuk itu kami akan melakukan pendampingan sejak kasus awal hingga akhir. Kami berharap kasus ini bisa ditindak dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” tegasnya.

Periksa 4 Saksi

Setelah viralnya kasus penganiayaan anak perempuan berusia 6 tahun yang tinggal di Kecamatan Baamang, Polres Kotim selain mengejar kedua pelaku yang merupakan ibu kandung korban dan kekasih ibunya, juga telah memeriksa sedikitnya 4 orang saksi.

“Sejak Minggu (23/8) siang, anggota Reskrim sudah bergerak, dan kami kemudian mendapatkan informasi bahwa mereka sedang bergerak ke Palangka Raya. Kemudian kami berkoordinasi dengan Polda Kalteng dan Polresta Palangka Raya. Alhamdulillah mereka dapat diamankan, Senin (24/8),” jelas Kapolres Kotim Abdul Harris Jakin, Senin sore.

Saat ini, terang Kapolres, yang juga menjadi prioritas Polres Kotim adalah bagaimana memulihkan luka-luka di tubuh korban, karena lukanya cukup parah

“Kemudian kami juga akan mengupayakan trauma psikis, karena anak ini masih berusia 6 tahun. Sebenarnya anak ini cerdas, karena dalam kondisi seperti itu kami ajak ngobrol dia nyambung. Ini menandakan anak ini cerdas, namun kita tidak tahu kondisi psikisnya pasca-tindakan kekerasan itu,” lanjutnya.

Dari keterangan saksi, jelas Kapolres, diperkirakan korban mengalami penganiayaan sejak satu bulan terakhir. Hampir sekujur tubuh korban menjadi objek penganiayaan oleh ibu kandung korban dan kekasih ibunya.

“Untuk motif penganiayaan, ini akan diketahui jika sudah memeriksa ibu kandungnya,” tandasnya.

Sementara itu, dari keterangan keluarga korban, sebelumnya korban diasuh oleh buyutnya. Namun, pada 10 Agustus 2020 lalu, ibu korban mengambil korban dari buyutnya. Diduga sejak itulah korban mulai mengalami penganiayaan. c-may/c-arb

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas