Ibu dan Kekasih Penganiaya Bocah Tertangkap di Palangka Raya

  • Whatsapp
Ibu dan Kekasih Penganiaya Bocah Tertangkap di Palangka Raya
DIAMANKAN- Orang tua korban dan kekasihnya saat diamankan di Pos Polisi Bundaran Besar Palangka Raya/TABENGAN-FERRY WAHYUDI.
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Setelah sempat buron karena perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap anaknya sendiri LL (6), kepolisian akhirnya berhasil menangkap orang tua kandung dan kekasih prianya.

Keduanya ditangkap saat melintas di Jalan RTA Milono, tepatnya di depan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kota Palangka Raya, Senin (24/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Usai diamankan, H, ibu kandung korban dan kekasihnya A, lalu dibawa ke Mapolda Kalteng untuk selanjutnya diserahkan ke penyidik Polres Kotawaringin Timur.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan melalui Kasubid Penmas AKBP Murianto, mengatakan penangkapan berkat kerjasama antara Polres Kotim bersama Polresta Palangka Raya dan Resmob Ditreskrimum Polda Kalteng.

“Awalnya memang ada informasi bahwa terduga pelaku penganiayaan yang juga orang tua kandung korban melarikan diri ke arah Kalimantan Selatan, sehingga dilakukan pencegatan,” katanya saat di ruang Ditreskrimum Polda Kalteng.

Disebutkan, keduanya diamankan oleh anggota Satlantas Polresta Palangka Raya yang sedang melakukan patroli. Saat diamankan karena menggunakan knalpot blong dan tidak ada surat-surat, keduanya lalu dibawa ke Pos Polisi Bundaran Besar.

“Ketika diinterogasi keduanya mengaku sebagai orang tua dari LL (6), bocah yang menjadi korban penganiayaan dan orang tua kandung korban mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Dari pemeriksaan awal juga diketahui bahwa alasan pemukulan yang dilakukan oleh H selaku ibu kandung, didasari rasa jengkel karena merasa anaknya sulit diatur.

“Motifnya karena jengkel merasa anaknya sulit diatur. Namun untuk lebih jelas nanti akan diperdalam oleh penyidik dari Polres Kotim. Termasuk peran A, selaku kekasih dari orangtua korban,” terangnya.

Murianto menambahkan, pada saat diamankan keduanya bermaksud pergi ke Banjarbaru, Kalsel untuk melarikan diri. Aksi tersebut dilakukan setelah bocah perempuan yang menjadi korban penganiayaan mendadak viral di media sosial.

“Keduanya memang bermaksud melarikan diri ke Kalsel, takut karena kejadian itu telah viral,” tuturnya.

Informasi di lapangan, keduanya ditangkap saat petugas Satlantas Polresta Palangka Raya melakukan patroli di Jalan RTA Milono. Saat itu pelaku yang mengendarai motor Suzuki Satria FU tidak dilengkapi dengan kaca spion dan memakai knalpot blong. Hingga akhirnya dibawa ke Pospol Bundaran Besar.

Kasat Lantas Polresta Palangka Raya AKP Anang Hardianto melalui Kanit Turjawali Ipda I Made Adyana, mengungkapkan jika awalnya petugas tidak menyangka jika pelanggar yang mereka amankan adalah pelaku penganiayaan di Kotim.

“Kebetulan ada anggota yang mencermati wajah keduanya, ketika dicocokkan melewati foto yang telah viral hasilnya sama. Keduanya lalu dijemput oleh Resmob Polda Kalteng,” tuturnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas