Sempat Dirawat di RS Kariadi, Bayi Hidrosefalus Lamandau Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Sempat Dirawat di RS Kariadi, Bayi Hidrosefalus Lamandau Meninggal Dunia
Muhammad Syauqi Ananda Arsi, bayi yang menderita penyakit hidrosefalus sebelum berangkat ke RS Kariadi, Semarang. Arsi dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam. ISTIMEWA
iklan atas

NANGA BULIK/tabengan.com- Setelah sempat dirawat di RS Kariadi, Semarang, selama hampir 6 hari, Muhammad Syauqi Ananda Arsi, bayi yang menderita hidrosefalus akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Anak ketiga pasangan Arbai dan Susilawati, warga Desa Sungai Mentawa, Kecamatan Bulik itu meninggal dunia pada Minggu (23/8/2020) malam sekitar pukul 23.30 Wib.

“Benar, Arsi telah meninggal dunia malam tadi, ada kenaikan tekanan di jantungnya, lemah dan tidak kuat,” ujar Susilawati saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Senin (24/8/2020) pagi.

Diakuinya, bahwa sebelumnya Arsi sudah mendapatkan penanganan medis berupa tindakan operasi. Bahkan menurutnya, Arsi sudah tidak merasakan sakit pasca-operasi.

“Mungkin Allah SWT lebih sayang kepada Arsi, dan itulah jalan yang terbaik,” imbuhnya.

Sementara, dari informasi yang berhasil dihimpun, jenazah Arsi akan diterbangkan dari semarang ke Pangkalan Bun, pukul 11.00 WIB siang ini, dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sungai Mentawa.

Seperti diketahui, Arsi sudah didiagnosis mengidap penyakit hidrosefalus (hydrocephalus) sejak masih dalam kandungan ibunya. c-kar

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas