Keretakan Jembatan Padas, Diduga karena Muatan Truk CPO Overload

  • Whatsapp
Keretakan Jembatan Padas, Diduga karena Muatan Truk CPO Overload
Toga Hamonangan Nadeak
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Menanggapi retaknya pondasi jembatan Padas yang terletak di Desa Bajarau, Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng) II, meliputi Kabupaten Kotim dan Seruyan, Toga Hamonangan Nadeak, mengatakan bahwa hal tersebut patut mendapatkan perhatian pemerintah.

Hal itu dikatakannya, mengingat kondisi jembatan yang banyak dilalui oleh truk-truk Crude Palm Oil (CPO) dari perusahaan sawit yang beroperasi disekitar sana. Sehingga memang diperlukan peremajaan pada sejumlah jembatan yang ada di wilayah tersebut.

“Jembatan itu memang hendaknya harus diperhatikan oleh pemerintah, melihat banyaknya truk CPO yang lalu lalang dengan beban yang berat. Terlebih memang banyak jembatan yang perlu peremajaan karena usianya sudah cukup tua. Sehingga rentan terjadi kerusakan yang tentu dapat berdampak pada berbagai sektor yang ada,” ujarnya ketika dihubungi Tabengan melalui sambungan telepon, Minggu (23/8) sore.

Selain itu, dirinya pun menyayangkan banyaknya truk-truk CPO yang overload tersebut masih bebas lalu lalang tanpa mendapat penindakan. Untuk itu, politisi dari Fraksi Partai NasDem ini menyarankan hendaknya kedepannya pihaknya dapat duduk bersama dengan para pihak terkait membahas regulasi muatan truk tersebut.

“Kita dapat melihat banyaknya truk CPO yang Overload muatan karena mengejar setoran, ini dilema kita di Kalteng ini. Menurut saya, percuma saja kita banyak membuat perda yang mengatur tentang hal itu, namun penerapannya di lapangan tidak tegas,” ucap Toga.

Untuk itu, sambung Anggota Komisi I DPRD Kalteng ini, kedepannya lebih baik diadakan duduk bersama antara Dinas Perhubungan, Kepolisian dan pihaknya, dalam rangka membahas suatu rancangan yang mengikat aturan cpo ini, dimana sering melakukan overload muatan. Bahkan, aparat-aparat di lapangan pun terkadang membiarkan hal ini terjadi.

“Jadi ini memang harus ada penindakan tugas dari berbagai stakeholder terkait seperti dishub, kepolisian bahkan dinas perkebunan juga perlu kita gandeng dalam hal ini. Agar muatan-muatan truk CPO itu jangan sampai melebihi muatan yang ditentukan, sehingga jembatan dan jalan-jalan yang ada di daerah bisa lebih terjaga kondisinya dan lebih awet,” pungkasnya. bob

iklan atas

Pos terkait

iklan atas