Kalteng Bebas Kabut Asap, Gubernur Minta Bupati/Walikota Harus Komitmen

  • Whatsapp
Kalteng Bebas Kabut Asap,  Gubernur Minta Bupati/Walikota Harus Komitmen
FOTO BERSAMA – Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran H Darliansjah foto bersama Bupati Seruyan Yulhaidir didampingi jajarannya lainnya, ketika mengikuti rakor pengendalian kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Seruyan, di Hotel Aquarius Sampit, Sabtu (22/8)/TABENGAN-ISTIMEWA.
iklan atas

Kalteng Bebas Kabut Asap, Gubernur Minta Bupati/Walikota Komitmen

PALANGKA RAYA – Memasuki puncak musim kemarau tahun ini, jajaran Pemprov Kalteng mulai melaksanakan berbagai antisipasi, mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam upaya mengoptimalkannya, dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Seruyan, di Hotel Aquarius Sampit, Sabtu (22/8).

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran diwakili Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalteng H Darliansjah menuturkan, Pemkab Seruyan saat ini sudah menetapkan siaga darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang terhitung mulai 11 Agustus hingga 8 November 2020 mendatang.

“Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalteng, secara khusus Kabupaten Seruyan,” ujarnya disela-sela rapat tersebut. Terkait itu dirinya meminta perhatian serta tindaklanjut dari bupati, walikota, instansi vertikal, instansi provinsi, lembaga usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi dan media massa, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana Karhutla.

Apalagi pemprov sendiri, ujarnya, sudah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla, terhitung sejak 1 Juli hingga 28 September mendatang. Untuk itu Gubernur mengingatkan bupati serta seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat di Seruyan, terkait komitmen bersama mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap 2020 yang sudah disepakati 4 November 2019 silam.

“Komitmen ini adalah hasil evaluasi kita bersama, terhadap kondisi yang dihadapi pada 2019 lalu. Untuk itu saya ingin memastikan bupati/walikota, sudah menindaklanjuti komitmen bersama tersebut,” tegasnya.

Selain itu gubernur juga meminta untuk segera mengaktifkan posko yang didukung dengan posko lapangan, sampai tingkat kelurahan maupun desa yang rawan kebakaran hutan/lahan. Untuk posko lapangan, jelasnya, menyinergikan seluruh potensi kekuatan yang ada, ditingkat kelurahan desa. Sebut saja seperti unsur TNI, Polri, Perangkat Desa, KPH, Manggala Agni, Tokoh Masyarakat, Lembaga Usaha dan Potensi lainnya.

Sugianto juga mengimbau agar meningkatkan serta mengintensifkan sosialisasi, edukasi, patroli, pemadaman dini serta upaya-upaya lainya. Dengan begitu Karhutla atau kejadian-kejadian tidak terduga, dapat dicegah atau dipadamkan sedini mungkin agar tidak menjadi kebakaran yang besar.

“Pemerintah daerah juga sudah menetapkan perda provinsi Kalteng No 1 Tahun 2020 tertanggal 14 Agustus 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan, yang bertujuan untuk menjadi panduan kita semua, dalam rangka menjamin terselenggaranya pengendalian kebakaran lahan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh,” ucapnya. drn

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas