Puluhan Orang Ngeyel Tak Bermasker Ditegur

  • Whatsapp
Puluhan Orang Ngeyel Tak Bermasker Ditegur
PENDISIPLINAN- Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri bersama rombongan saat melakukan pendisiplinan protokol kesehatan di Pasar Besar/TABENGAN-FERRY WAHYUDI.
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Upaya pemerintah dan Satgas Covid Kota Palangka Raya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ternyata tak diindahkan masyarakat. Dari pantauan yang dilakukan Satgas Covid, puluhan orang di Pasar Besar Kota Palangka Raya terlihat tidak menggunakan masker.

Fakta tersebut terlihat saat rombongan Kapolresta Palangka Raya Kombes

Pol Dwi Tunggal Jaladri bersama Wakil Wali Kota Umi Mastikah melakukan pembagian masker dan pendisiplinan protokol kesehatan, Sabtu (22/8) siang.

Setidaknya ada 80 teguran lisan yang diberikan kepada masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk sementara waktu ini kita lakukan sosialisasi sambil memberikan masker,” ucap Kapolresta.

Adapun wilayah sosialisasi di Pasar Besar dibagi menjadi 4 titik, yakni Pasar Jalan Sumatera, kawasan Pasar Lombok/Cermai, Pasar Baru B dan Pasar Baru A.

Dijelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 43 Tahun 2020 Tanggal 14 Agustus 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.

“Kami sangat mengharapkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat di Kota Palangka Raya agar mematuhi protokol kesehatan, demi menanggulangi penyebaran wabah Covid-19 yang sedang melanda hingga saat ini,” tegas mantan Kabidkum Polda Kalteng tersebut.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah mengatakan, protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah bukan untuk membatasi ruang gerak masyarakat, melainkan mendisiplinkan masyarakat dalam menjajaki adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Dia mengakui, dalam mengawasi kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan, tidak bisa hanya sekali, namun perlu dilakukan secara terus-menerus atau berkala.

“Kita sadari bahwa dari beragamnya pemahaman masyarakat, maka tidak mudah untuk menyatukan persepsi. Apalagi sudah kurang lebih 5 bulan ini kita membatasi pergerakan arus keluar masuk masyarakat, dan kini harus menyesuaikan pola hidup yang baru,” ucapnya.

Sementara, Kepala BPBD Kota Palangka Raya sekaligus Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Emi Abriyani menjelaskan, pihaknya fokus melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

“Seperti meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga jarak, selalu menggunakan masker, dan rutin untuk mencuci tangan setelah beraktivitas,” jelasnya.

Tak hanya sosialisasi, lanjut Emi, Tim Satgas juga melakukan pembagian masker secara gratis kepada masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di kawasan pasar.

“Intinya pemerintah tidak ingin kasus penambahan orang positif terjadi lagi pada wilayah Pasar Besar, sehingga wilayah ini patut untuk menjadi fokus utama perhatian kita. Harapannya, pasar tidak lagi memiliki kesan menjadi tempat yang menakutkan untuk dikunjungi warga,” bebernya. fwa/rgb

 

 

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas