Hibah Tanah Dermaga Kapuas Diduga Bodong

  • Whatsapp
Hibah Tanah Dermaga Kapuas Diduga Bodong
DISEBUT BODONG - Lokasi Tanah dimana sudah didirikan bangunan Dermaga Desa Sei Tatas Hilir diduga Bodong. Tampak Bukti Sertifikat dikuasai Lawin/TABENGAN-ISTIMEWA
iklan atas

KUALA KAPUAS- Pembangunan dermaga di Desa Sei Tatas Hilir, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas yang dianggarkan melalui dana desa (DD) tahun 2019 di atas tanah hibah, disinyalir bodong alias tanpa ada surat hibah dari pemilik tanah.

Hal itu diungkapkan Lawin, tokoh masyarakat yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas Dapil setempat, Minggu (23/8).

Pasalnya, menurut Lawin, bangunan dermaga sepanjang 14.40 meter dan lebar 4 meter dengan biaya Rp157.361.600 dari APBDes 2020, sampai saat ini belum jelas status tanahnya.

Beredar kabar, status tanah tersebut hibah dari pemilik tanah, sehingga pembangun dermaga pun bisa dilaksanakan. Namun, kabar status tanah merupakan hibah, diragukan.

Bahkan, Lawin mempertanyakan, kalau memang hibah pihak desa harus bisa membuktikan berita acara hibah dari pemilik tanah sebagaimana mestinya berita acara hibah.

“Surat tanah tersebut (sertifikat) saat ini di atasnya terbangun Dermaga Desa Sei Tatas Hilir ada di saya. Dan, atas nama pemilik asal pun tidak pernah merasa memberikan kuasa dalam bentuk hibah ke Desa Sei Tatas Hilir,” ucap Lawin.

Lawin menyayangkan, membangun aset desa menggunakan dana pemerintah melalui DD di atas tanah yang tak jelas statusnya. Kasihan masyarakat bila di kemudian hari tanah tersebut diambil pemiliknya.

“Jika tanah tersebut kami kuasai dan gunakan untuk keperluan lain, dengan bukti sertifikat yang ada, yang dirugikan pemerintah dan masyarakat desa sendiri. Suka tidak suka, bangunan tersebut bisa jadi kami minta untuk dibongkar,” ujarnya.

Untuk itu, Lawin minta kepada pihak terkait, khususnya Inspektorat Kabupaten Kapuas dan BPMD Kapuas melakukan investagi serius dan mendalam. Terutama pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran bangunan dermaga tersebut.

“Saya pemegang sertifikat siap untuk dimintai keterangan jika diperlukan. Dengan bukti yang ada akan dijelaskan terkait status tanah tersebut,” tegas Lawin. c-hr

iklan atas

Pos terkait

iklan atas