Suka Duka Petugas Pemakaman Pasien Covid-19

  • Whatsapp
Suka Duka Petugas Pemakaman Pasien Covid-19
Pdt Merry saat bertugas
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Menjadi rohaniwan khusus melayani pemakaman korban Covid-19, bukanlah sebuah cita-cita yang didambakan semua orang. Tetapi oleh karena tanggung jawab sebagai rohaniwan, Pdt Merry Priskila Angela STh tidak berpikir ulang saat pihak rumah sakit menghubunginya untuk melayani pemakaman pasien terkonfirmasi Covid-19.

“Jadi kami Tim Kamboja ini tidak disebut sebagai relawan Covid, karena itu tugasnya berbeda lagi. Jadi kami disebut sebagai Anggota Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah,” bebernya saat dihubungi Tabengan, Sabtu (22/8/2020).

Ibu dari 2 orang putra, Reynard Obaja Chandra Kiding dan Othniel Abinaya Kiding ini mengaku, secara manusia sempat takut dan khawatir pada awalnya. Karena dampak dari pandemi yang banyak memakan korban itu.

“Awalnya ada rasa takut, sekarang sudah terbiasa, dengan taat protokol jadi merasa aman saja,” ujar pendeta yang menjadi Anggota Gugus Tugas di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya sejak Maret 2020 hingga saat ini.

“Saya melayani di RS Muhammadiyah, Siloam, Betang Pambelum dan Doris, Sudah 29 pasien Kristen yang saya makamkan,” ujarnya.

Suka dan duka yang pernah ditemuinya adalah karena dirinya bisa mempunyai pengalaman baru, melakukan hal yang baru dan bisa berinteraksi dengan banyak kalangan mulai dari dokter sampai masyarakat biasa.

“Bisa berbagi pengalaman dan memberikan motivasi tentang falsafah hidup yang berarti dengan teman-teman di Tim Kamboja yang berlainan iman,” imbuhnya.

Lebih lanjut Pdt Merry mengatakan, sisi sedihnya adalah harus menguras emosi ketika bertemu keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dan mereka susah menerima kenyataan.

“Akhirnya kita harus menerima makian dan kata-kata kasar lainnya. Tapi tidak pernah masukkan dalam hati,” ujarnya lagi.

Namun, di balik semua itu selalu ada pengalaman yang memberikan kekuatan dan rasa haru yang dalam.

“Ikut terharu bersama keluarga yang ditinggalkan, merasa dikuatkan dengan kekompakan Tim Kamboja yang bekerja bersama,” tambahnya lagi.

Istri dari Pdt Timothy Yunus Kiding tersebut juga berpesan untuk masyarakat agar tetap taati protokol kesehatan yang sudah diterapkan, jangan takut yang berlebihan. Dan persiapkan diri ubtuk masuk dalam masa new normal. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas