Dirut RSUD Akui Insentif Relawan Covid-19 Belum Dibayar

  • Whatsapp
Dirut RSUD Akui Insentif Relawan Covid-19 Belum Dibayar
drg Yayu Indriati
iklan atas

PALANGKA RAYA- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayu Indriati membenarkan, data relawan di rumah sakit milik Pemprov Kalteng yang terlibat dalam penanganan Covid-19 Juni-Agustus, belum dibayarkan insentifnya. Sementara gaji sudah dibayarkan.

“Iya betul itu data dari RSDS. Insentif relawan saja, kalau gaji untuk ASN atau PNS dan kontrak tidak ada masalah,” kata Yayu, Jumat (21/8).

Menurut Yayu, semua sudah sesuai jalur karena prinsip kehati-hatian jadi agak ketat sedikit. Ada kelengkapan yang diminta dan dalam minggu ini sudah masuk tahap verifikasi validasi data. Diharapkan selesai secepatnya. Tim RS Doris Sylvanus pada hari libur juga tetap bekerja dan tidak lama lagi akan dibayarkan insentifnya.

Dalam pembayaran insentif, diutamakan relawan terlebih dahulu. Sudah ada payung hukumnya dengan menggunakan Surat Keputusan (SK) Gubernur dan sudah dibayar untuk Maret, April, Mei dan Juni, sementara untuk organik masih belum.

Dijelaskan, nominal insentif beda-beda, tergantung di zona mana bertugas. Untuk relawan, besaran insentifnya itu sama dengan tenaga medis organik yang bertugas di ruang isolasi. Sementara yang di luar zona isolasi jauh lebih rendah.

“Dalam pembayaran insentif ini tidak boleh salah. Untuk itu melakukan verifikasi, sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan masalah,” imbuh Yayu.

Sementara yang organik memang belum dibayar insentifnya. Kurang lebih 1.200 tenaga organik yang terlibat menangani Covid-19, termasuk dokter. Di dalam pemberian insentif, banyak pertimbangan karena peraturan atau Juknis pemberian insentif dari kementerian juga terus berubah, terhitung sudah 3 kali perubahan dan itu menjadi bahan bagi mereka untuk mengkaji jangan sampai nanti pemberian insentif menjadi masalah.

Insentif merupakan bentuk penghargaan yang diberikan setelah mengerjakan pekerjaan dengan baik, melayani masyarakat dengan baik, dengan output yang diharapkan pasien yang merasa bekerja sama dengan menjalani isolasi itu juga mendapatkan pelayanan yang baik.

“Saya rasa bukan suatu hal yang utama bagi teman-teman, tapi ini penghargaan yang akan dibayarkan sesuai dengan SK yang dikeluarkan, baik oleh Kementerian Kesehatan ataupun pemerintah daerah. Tetapi prinsip pembayaran tentu saja ada mekanisme peraturan yang harus kami taati. Di situ kami penuh dengan kehati-hatian untuk menghitung sesuai dengan besarannya,” kata Yayu. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas