Gegara Jual Rokok Murah, Wahyudi Jadi Terdakwa

  • Whatsapp
palu
Ilustrasi
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Wahyudi alias Wahyu terpaksa menjadi terdakwa perkara perlindungan konsumen dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (19/8/2020). Polisi mengamankan Wahyu di tokonya karena menjual rokok yang tidak mencantumkan keterangan produk yang jelas sesuai peraturan perundangan.

Wahyu memiliki toko di Pasar Kahayan Kota Palangka Raya yang menjual berbagai kebutuhan bahan pokok dan juga rokok. Sejak 2018 Wahyu menjual rokok merek Jose kemasan Biru, Surya Putra Filter, Miami Blue Mild, Miami Gold, Zeez kemasan biru hijau, Zeez kemasan biru, Grend Light, dan Tambak Garam. Penjualan rokok-rokok tersebut mengalami peningkatan karena selain harganya yang murah untuk kalangan menengah bawah, Wahyu juga memperoleh keuntungan lebih dibandingkan menjual rokok-rokok merek terkenal. Wahyu memperoleh rokok tersebut dengan cara membeli dari sales rokok yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Antara 2 hingga 3 minggu sekali, Wahyu membeli rokok dan membayarnya dengan cara transfer bank atau langsung melalui sales rokok tersebut.

Rokok merek Jose kemasan isi 20 batang rokok per bungkus Wahyu beli seharga Rp7.800 per bungkus dan dijual kepada konsumen Rp8.000. Rokok merek Surya Putra Filter isi 20 batang rokok per bungkus dibeli seharga Rp5.300 per bungkus dan dijual kepada konsumen Rp5.500. Rokok merek Miami Blue Mild isi 20 batang rokok per bungkus seharga Rp7.800 per bungkus dan dijual Rp8.000. Rokok merek Miami Gold isi 20 batang dibeli Rp7.800 dan dijual Rp8.000. Rokok merek Zeez kemasan isi 20 batang rokok per bungkus dibeli Rp7.800 dan dijual Rp8.000. Rokok merek Green Light isi 20 batang rokok per bungkus dibeli Rp5.300 dan dijual Rp5.500. Rokok merek Tambak Garam isi 20 batang rokok per bungkus dibeli Rp7.800 dan dijual Rp8.000.

Pada hari Selasa (15/1/2019), sejumlah anggota Polda Kalteng melakukan pemeriksaan ke toko milik Wahyu. Aparat menemukan ribuan bungkus rokok siap jual. Sebanyak 420 bungkus rokok merk Surya Putra Filter, 92 bungkus rokok merek Miami warna Biru, 70 bungkus rokok merek Zeez warna Hijau, 34 bungkus rokok merek Zeez warna biru, 20 bungkus rokok merek Tambak Garam warna hitam tanpa kode produksi. 1.105 bungkus rokok merek Jose warna Biru, 356 bungkus rokok merek Jose warna Hijau memiliki kode produksi tetapi samar-samar terlihat. Empat bungkus rokok merk Miami warna hitam, 37 bungkus rokok merek Grend Light warna hitam tidak ada alamat pelaku usaha dan tidak ada kode produksi.

Tidak hanya keterangan pelaku usaha dan kode produksi yang menjadi masalah, kandungan tar dan nikotin dan rokok juga tidak sesuai ketentuan. Keterangan Ahli menyebutkan barang bukti Rokok merek Jose kemasan warna biru dan hijau, Surya Putra Filter, Miami Blue Mild, Miami Gold, Zeez kemasan warna hijau dan biru, Grend Light, dan Tambak berdasar hasil pengujian laboratorium menyatakan rokok tersebut tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan yaitu peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 1999 tentang pengamanan rokok yaitu Pasal 4 ayat 1. Kadar kandungan nikotin dan tar pada batang rokok melebihi kadar kandungan nikotin 1, 5 mg dan tar 20 mg, tidak sesuai berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam label serta tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya. Akibatnya Wahyu terjerat pidana Pasal 8 ayat 1 huruf a, b, c dan i jo Pasal 62 ayat 1 UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. dre

iklan atas

Pos terkait

iklan atas