Petani Jamur Belum Mampu Penuhi Permintaan Pasar

  • Whatsapp
Petani Jamur Belum Mampu Penuhi Permintaan Pasar
PRODUK JAMUR-Heri pelaku usaha budidaya jamur tiram dan hasil produk makanan dari jamur tiram/TABENGAN-ISTIMEWA.
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Budidaya jamur di Kalimantan Tengah (Kalteng), belum dapat memenuhi permintaan pasar. Demikian hal ini disampaikan Muhammad Khairi atau biasa dipanggil Heri, salah satu pelaku usaha budidaya jamur.

Menurut Heri, iklim wilayah Kalteng yang berada tepat di jalur khatulistiwa membuat petani jamur daerah ini belum dapat memenuhi kuota permintaan pasar akan jamur.

“Kalau masuk pasar swalayan belum, tapi pernah ditawari saya belum siap. Saat ini pasar tradisional saja belum tercukupi atau terpenuhi, padahal sudah ada 11 binaan. Tapi kebutuhan pasar masih kurang, apalagi saat cuaca panas sehingga mengurangi pertumbuhan jamur,” bebernya kepada Tabengan, Rabu (19/8).

Petani jamur yang sudah sejak 2014 hingga sekarang ini menambahkan bahwa budidaya jamur sebenarnya memiliki tingkat kesulitan yang minim. Selain persoalan iklim kendalanya adalah pada pengadaan bahan media tanam.

“Sulit sih tidak tapi kalau lagi kosong di bahan, apalagi saat pandemi covid 19 dengan diperlakukannya PSBB. Saya memakai media jagung. Memang ada yang memakai kedelai,” imbuhnya.

Heri mengatakan, budidaya jamur yang dia lakukan adalah jamur tiram putih dan jamur tiram coklat. “Jenis yang bisa dibudidayakan adalah jamur tiram putih, coklat dan jamur kuping,” ujarnya.

Selain itu dia juga menyediakan bibit jamur. Bibit jamur dibanderol dengan harga Rp15.000 per botol, sedangkan baglok jamurnya Rp5.000 sampai Rp6.000. Ada pun jangka waktu bibit hingga panen selama 40 hari.

“Perhari panennya turun naik 4kg sampai 15 perhari jadi kalau dalam sebulan mencapai 150kg hingga 200kg” tambahnya.

Heri berharap suatu saat dapat memiliki dan membina kelompok tani di sekitar Kalampangan. “Ini masih pribadi dan mau bikin Poktan Jamur Tiram Makmur Kalampangan. Alhamdulillah hari ini kami resmi mempunyai kelompok tani jamur tiram makmur,” ucapnya bangga.

Di akhir wawancara, Heri mengajak petani jamur yang ada harus bersatu agar harga jamur dapat terkendali. Bagi petani yang kurang dan lebih hasil panennya bisa saling membantu satu sama lainnya.

“Jadi nanti dalam suatu kelompok tidak ada kata saling bersaing satu sama lain. Akhirnya bukan persaingan tapi nanti menjadi teman bisnis sesama petani jamur di Kota Palangka Raya ini,” harapnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas