Binti dan Rekan Laporkan Dugaan Surat Palsu IUP

  • Whatsapp
Binti dan Rekan Laporkan Dugaan Surat Palsu IUP
Baron Ruhat Binti
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Direktur Utama PT Kahayun Sarimas Sentosa H Surjana Taher yang berdomisili di Kuala Kapuas, melalui Kuasa Hukum Baron Ruhat Binti, dari Kantor Hukum Binti dan Rekan, melaporkan kasus dugaan pemalsuan ke Polda Kalteng.

Sebagai terlapor adalah salah satu perusahaan yang berdomisili di Palangka Raya, yang diduga menggunakan surat palsu izin usaha pertambangan (IUP) demi melancarkan usahanya.

Diduga Surat ini dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalteng.

Baron Ruhat Binti yang didampingi Labih Marat Binti, Selasa (18/8) mengatakan, sebagai kuasa dirinya melaporkan dugaan terjadinya tindak pidana pemalsuan dan penggunaan surat palsu. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHPidana.

Diungkapkan Baron, dugaan adanya surat palsu dan penggunaan surat palsu itu dilakukan oleh komisaris utama perusahaan tersebut sebagai terlapor 1 dan 2 orang direktur sebagai terlapor 2 dan 3.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke Polda Kalteng tertanggal 13 Juni 2020. Perihal dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan penggunaan surat palsu,” kata Baron.

Baron menegaskan, saat ini laporan tersebut sudah diproses oleh penyidik Polda Kalteng.

Ketika dikonfirmasi, Kepala DPMPTSP Provinsi Kalteng Suhaemi, belum bisa memberikan keterangan terkait laporan ini.ist

iklan atas

Pos terkait

iklan atas