Niat Melerai, Jhon Tewas Ditikam

  • Whatsapp
Niat Melerai, Jhon Tewas Ditikam
Jasad Jhon Juweri alias Ibim (38), warga Desa Sei Hanyo RT 02, terkapar bersimbah darah.
iklan atas

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Nasib tragis dialami Jhon Juweri alias Ibim (38), warga Desa Sei Hanyo RT 02, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas. Niat hati melerai selisih paham antara Onong atau Bapak Yopi dan Evi Tesalonika (22), warga RT 01 dan Ria (22) warga RT 05 di rumahnya, namun justru membuatnya tewas dengan 13 mata luka akibat tikaman pisau di badan dan leher.

Sebagaimana rilis yang disampaikan ke media ini, Sabtu (15/8), peristiwa pembunuhan terjadi pada Jumat (14/8) sekitar pukul 17.58 WIB, di depan rumah Ria. Tak ayal, kejadian ini sempat membuat warga sekitar geger dan berusaha menolong korban untuk mendapatkan bantuan medis. Namun, karena terlalu banyak mengeluarkan darah, nyawa korban tidak dapat ditolong lagi. Sementara pelaku langsung melarikan diri.

Dari keterangan saksi Evi dan Ria, kejadian berawal ketika pelaku tiba-tiba datang ke kediamannya dan tanpa banyak kata langsung meminta mereka untuk tidak menyebarkan foto bugil milik Vina. Karena merasa tidak ada menyimpan, lalu permintaan ini dijawab oleh Evi bahwa mereka berdua tidak ada memiliki apa yang dikatakan pelaku.

Mungkin merasa tidak percaya apa yang dikatakan Evi dan merasa dibohongi, pelaku berusaha memukul mereka dan saksi pun berteriak. Mendengar adanya teriakan, korban yang sebelumnya ada di dalam kamar lantas keluar dan berusaha untuk melerai.

Namun, niatnya ini rupanya diartikan lain oleh pelaku. Pada saat korban mendekat langsung ditikam oleh pelaku. Walau sempat menghindar, namun karena sudah mendapatkan beberapa kali tusukan, akhirnya korban jatuh terkapar di samping rumah bersimbahkan darah.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti melalui Kapolsek Kapuas Hulu Ipda Istira Triwulan Yuli membenarkan kasus pembunuhan ini. Menurutnya, pihaknya masih mendalami apa motif sebenarnya yang membuat pelaku kalap hingga tega menghabisi nyawa korban dengan menusukkan pisaunya sampai berulang-ulang.

“Pelaku hingga saat ini masih dalam pencarian, sebab usai melakukan pembunuhan melarikan diri. Sementara korban usai dilakukan visum langsung kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya. c-yul

iklan atas

Pos terkait

iklan atas