Pemprov Tindak Lanjuti Pemulihan Ekonomi Nasional di Kalteng

  • Whatsapp
Pemprov Tindak Lanjuti Pemulihan Ekonomi Nasional di Kalteng
TABENGAN/YULIANUS HARI MERDEKA - HUT RI - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama isterin, dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (17/8)
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com– Dalam upaya memulihkan perekonomian masyarakat khususnya pelaku usaha dilini Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, terus memaksimalkan berbagai program serta berkoordinasi, dengan stakeholder lingkup sektor keuangan.

Terkait itu Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor), untuk Implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (14/8). Kegiatan itu juga merupakan moment silaturahmi bersama jajaran terkait, yang ikut hadir secara langsung.

Sebut saja seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan dan Industri Keuangan, Kepala Dinas Perdagangan serta Dinas UMKM Provinsi.

Sugianto menuturkan, kegiatan tersebut adalah tindak lanjut dari Pemprov Kalteng, bersama pihak-pihak pada lingkup sektor keuangan di provinsi tersebut, menyangkut program PEN, yang merupakan bentukan pemerintah pusat.

“PEN ini dijabarkannya melalui terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No 23 Tahun 2020, tentang pemulihan ekonomi nasional, dalam penanganan Pandemi Covid 19, dengan upaya melaksanakan pemulihan ekonomi masyarakat,” ujarnya disela-sela acara tersebut.

Untuk itu Sugiantor menyambut baik kegiatan tersebut, dimana secara bersama-sama dalam mencari solusi serta menekankan untuk bisa membantu masyarakat, akibat dampak Covid 19. Apalagi saat ini melalui Dinas Perdagangan, UMKM dan Pertanian, terus melaksanakan peningkatan stimulus. Sebut saja berbagai bantuan serta penanganan perekonomian.

Pria murah senyum itu menjelaskan untuk Kalteng sendiri memiliki banyak UMKM, sehingga pemprov melalui instansi terkait, terus membantu dan meningkatkan kerja sama. “Untuk perbankan juga dapat membantu, mungkin bisa dengan penurunan angka kredit bagi UMKM. Tapi jangan sampai malah membuat kredit jadi macet,” tegasnya.

Pelaksanaan itu, ucapnya, bisa dilakukan oleh Bank Kalteng yang selama ini dikenal sebagai bank daerah, dalam upaya optimalisasi. Khusus untuk program PEN, merupakan salah satu rangkaian tindak lanjut dalam mengurangi dampak Covid 19 terhadap sektor ekonomi.

Intinya selain menangani persoalan krisis di lini kesehatan, PEN juga sebagai respon menyangkut turunnya aktivitas masyarakat disektor UMKM maupun informasl, akibat terdampak di perekonomian.”Memang dampak dari pandemi ini sangat mengganggu perekonomian negara Indonesia, khususnya Kalteng. Sehingga secara bertahap melaksanakan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan harapan membuat program stimulus dalam membantu masyarakat,” jelasnya. Sugianto juga menegaskan, agar persoalan Covid 19 ini mesti bisa dikendalikan, dimana sektor ekonomi sendiri juga harus berjalan. Maka melalui perbankan dan stakeholder sektor keuangan, untuk bisa intens dalam mengedukasi nasabah serta warga, dalam upaya menerapkan protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh.

Orang nomor satu di Pemprov Kalteng itu juga meminta Dinas Koperasi Provinsi, bisa menghidupkan UMKM dan juga memperhatikan peluang pasar bagi usaha kecil tersebut. Sebut saja untuk jeli melihat peluang yang ada, ruang pasar atau marketing dan lainnya. Dengan begitu maka pelaku usahanya mampu menjalankan usaha serta memberikan dampak positif, bagi berjalannya roda perekonomian dalam upaya adaptasi baru kedepan.

Salah satu program strategis nasional pemerintah yaitu Food Estate, ucapnya, memiliki peluang bagi usaha kecil menengah, untuk bergerak serta memiliki potensi yang baik. “Mari para pelaku sektor keuangan, kita bersama-sama memulihkan ekonomi daerah, dengan memberikan dukungan serta kemudahan pinjaman modal, bagi para pelaku UMKM di Kalteng, yang nantinya berguna membantu warga setempat,” ujarnya.

Sementara itu Dirut Bank Kalteng Yayah Diasmono mengatakan, saat ini bank asli Oloh Itah tersebut, dalam tahap pengurusan syarat terkait mewujudkan bantuan bagi masyarakat, seperti harapan dari Gubernur Kalteng. Hal itu, ucap dia, adalah syarat dalam memperoleh pendanaan dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) dalam rangka PEN, yang nantinya bisa membantu masyarakat Kalteng.(drn)

iklan atas

Pos terkait

iklan atas