IRT Pagatan Tipu Warga Kotim Ratusan Juta

  • Whatsapp
IRT Pagatan Tipu Warga Kotim Ratusan Juta
IRT yang diduga melakukan penipuan ratusan juta terkait pembelian sarang burung wallet.
iklan atas

KASONGAN/tabengan.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial Fau alias Ipau warga Kelurahan Pagatan Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan, terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata hukum, lantaran diduga telah menipu, dan mengelapkan uang Wiyono warga Kelurahan Ketapang Kecamatan Metawa baru Kabupaten Kotim, hingga hingga ratusan juta.

Modus penipuan yang dilakukan Fau menawarkan, dan menjanjikan barang berupa sarang burung walet dalam jumlah banyak dengan kualitas terbaik pada korban (Wiyono).

Korban tergiur dengan iming-iming pelaku, sehingga beberapai kali melakukan transaksi dengan mengirim uang pada pelaku hingga totalnya Rp870.000.000. Namun dari jumlah tersebut, pelaku berhasil menipu korban sebesar Rp271.267.100.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SIK melalui Kapolsek Katingan Kuala Ipda Dwi Tri Yanto SIP membenarkan, pihaknya telah mengamankan pelaku dugaan penipuan terkait penawaran sarang burung walet tersebut.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Katingan Kuala, atas dugaan kasus penipuan dan pengelapan uang jual beli sarang burung walet, dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka dijerat pasal 378 atau 372 KUHP Pidana tentang penipuan atau pengelapan,” kata Ipda Dwi Rabu (12/8).

Kronologis terkait penipuan tersebut, kata Ipda Dwi, berawal pada Rabu (18/7) lalu, Tersangka menelpon korban menawarkan barang sarang burung walet, dan berjanji menyediakannya dalam jumlah banyak, sesuai dengan grade atau sais yang dicari oleh korban. Korban lalu beberapa mengirim sejumlah uang totalnya sebesar Rp879.000.000, namun uang hasil transaksi yang dikirim korban digunakan Tersangka untuk membeli sarang burung walet hanya Rp546.757.100 saja, sedangkan sisanya Rp271.267.100 digelapkan oleh Tersangka.

Menurut Ipda Dwi, setelah beberapa kali transasksi, Tersangka selalu memberikan sarang burung walet tidak sesuai kesepakatan, yakni tidak sesuai dengan grade yang dicari. Padahal Tersangka menjanjikan sesuai kesepakatan lantaran dari keterangan Tersangka untuk menyakinkan korban dirinya mengumpulkan sarang burung walet yang berkualitas, dari hasil petani setempat dan para pengumpul yang ada di Pagatan.

“Atas kejadian tersebut, kata Ipda Dwi, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Katingan Kuala, dan kemudian Tersangka diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan barang bukti berupa dua buah surat perjanjian pelunasan uang titipan pembelian, yakni pada 17 Juli dan 20 Juli 2020, serta tanda terima titipan uang untuk pembelian sarang burung wallet,” kata Ipda Dwi. c-sus

iklan atas

Pos terkait

iklan atas