Kantor KPU Bartim Disterilisasi, Pegawai Rapid Test, WFH 3 Hari

  • Whatsapp
Kantor KPU Bartim Disterilisasi, Pegawai Rapid Test, WFH 3 Hari
HARMAIN IBRAHIM
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Timur (Bartim) yang terpapar Corona atau Covid-19, membuat KPU Kalteng segera mengambil langkah guna menyikapi kondisi yang dihadapi KPU Kabupaten Bartim. Koordinasi antara KPU Kalteng dengan KPU Kabupaten Bartim dilakukan, untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi.

Ketua KPU Kalteng Harmain menyampaikan, itu risiko yang sekarang ini dihadapi KPU dalam melaksanakan tahapan Pilkada di Kalteng. Koordinasi sudah dilakukan antara KPU secara berjenjang, dengan satuan gugus tugas Kabupaten Bartim. Sementara ini, kantor KPU Kabupaten Bartim dikosongkan atau tutup.

Harmain melanjutkan, rencananya kantor KPU Kabupaten Bartim akan dilakukan sterilisasi untuk penyemprotan disinfektan. Karena yang terpapar adalah komisioner maka kantor libur, dan semua pegawai akan dilakukan rapid tes. Bagi komisioner yang lain dan pegawai di kantor Kabupaten Bartim akan melaksanakan work from home (WFH) selama 3 hari, terhitung 10-12 Agustus 2020.

“Hasil koordinasi mereka dengan ketua gugus tugas Kabupaten Bartim, ada 16 orang yang di swab, sementara yang lain akan dilakukan rapid tes pada Selasa (11/8). Hari Senin kantor saterilisasi, gugus tugas pemda Bartim sesuai permintaan KPU Kabupaten Bartim melakukan penyemprotan zat disinpektan baik di kantor, maupun di rumah ketua dan anggota yang terpapar virus Covid-19,” kata Harmain, saat diminta komentarnya terkait komisioner KPU Kabupaten Bartim yang terpapar Covid-19, Senin (10/8) di Palangka Raya.

Dia katakan, KPU Kalteng sebenarnya sudah mengajukan anggaran ke KPU RI untuk pengadaan alat pelindung diri (APD), yang nantinya APD dipergunakan petugas dalam menjalankan tahapan pilkada. Anggaran yang diajukan ke KPU RI ini bersumber dari APBN, dalam mendukung anggaran yang dimiliki KPU Kalteng yang berdasarkan NPHD yang sudah diserahkan.

KPU Kalteng sudah mengadakan anggaran untuk penerapan protokol penanganan Covid-19 , di antaranya penyediaan APD berupa masker, hand sanitizer, vitamin, rapid test secara berkala untuk komisioner KPU prov, kabupaten dan kota, termasuk jajaran sekretariat KPU prov, kabupaten dan kota, dimana anggarannya dari APBN dan maksimalisasi anggaran dari NPHD yang ada.

Tahap pertama, ungkap Harmain, APD yang bersumber dari APBN sudah disalurkan ke KPU kabupaten dan kota. Tidak saja APD, protokol kesehatan juga mengalokasikan anggaran untuk penyediaan vitamin bagi seluruh jajaran KPU yang melaksanakan tahapan Pilkada di Kalteng.ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas