Pilkada Kalteng, Golkar Sanksi Tegas Kader Menyimpang

  • Whatsapp
Pilkada Kalteng, Golkar Sanksi Tegas Kader Menyimpang
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalteng HM Ruslan AS didampingi pengurus lainnya saat diwawancarai wartawan di Pangkalan Bun. TABENGAN/YULIANTINI
iklan atas

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Pada pelaksanaan Pilkada Gubernur Kalimantan Tengah, Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan akan mengusung H Sugianto Sabran sebagai bakal calon Gubernur Kalteng periode 2020-2025. Untuk itu, Ketua DPD Partai Golkar Kalteng HM Ruslan AS menegaskan, bagi kader yang tidak mendukung, maka akan diberi sanksi tegas.

Hal itu dikatakan Ruslan pada pembukaan acara Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kabupaten Kobar, Sabtu (8/8). Ruslan juga memastikan, sosok yang akan mendampingi Sugianto Sabran dalam Pilkada serentak Desember 2020 adalah kader muda Partai Golkar.

“Untuk rekomendasi Partai Golkar di Pilgub Kalteng tetap mendukung H Sugianto Sabran sebagai petahana. Surat rekomendasi diberikan kepada H Sugianto Sabran karena sudah terbukti banyak perubahan di Kalteng, sehingga perlu dilanjutkan satu periode lagi,” katanya.

Termasuk calon Wakil Gubernur Kalteng yang akan mendampingi Sugianto Sabran merupakan kader muda dari Partai Golkar, menurut Ruslan, hal itu juga telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto.

Namun, Ruslan belum mau menyebut siapa sosok kader yang akan mendampingi Sugianto Sabran. Hanya saja, kader tersebut memiliki kiprah politik dan elektabilitas yang tinggi. Rencananya, akhir bulan ini akan diumumkan pada publik.

Saat awak media menyebutkan sejumlah kader Golkar seperti Wali Kota Palangka Raya Fairid Napirin, Bupati Pulang Pisau Edi Pratowo, dan Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, Ruslan hanya tersenyum. Dirinya masih enggan menyebutkan nama.

“Saya tegaskan bagi kader partai yang macam-macam dan menyimpang tidak mendukung keputusan partai dalam Pilkada Gubernur Kalteng 2020 ini, maka akan diberikan sanksi berat hingga sampai pemecatan. Ketegasan ini karena mulai saat ini seluruh kader harus bisa mengubah pola yang lama. Kita harus memberikan kesempatan kader muda yang memiliki potensi untuk maju, kini kita semuanya harus bersatu,” tegas Ruslan. c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas