Biadab! Pria Ini Sodomi Bocah 3 Tahun

  • Whatsapp
Biadab! Pria Ini Sodomi Bocah 3 Tahun
Seorang pekerja perkebunan kelapa sawit ditangkap karena melakukan sodomi terhadap anak berusia 3 tahun. Tersangka saat berada di Mapolres Kotim, Kamis (6/8/2020).
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Perbuatan biadab dilakukan oleh AK (20) seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dia dengan kejinya melakukan sodomi terhadap anak laki-laki tetangganya yang masih berusia 3 tahun di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut, Senin (3/8/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat ini pelaku sudah ditangkap.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin mengungkapkan, peristiwa ini bermula pada saat tersangka mengajak korban jalan-jalan mengendarai sepeda motor di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Pelaku mengajak korban untuk melihat ekscavator. Ini sebetulnya hanya alasan pelaku agar korban mau ikut,” jelas Kapolres, didampingi Waka Polres Kompol Abdul Aziz Septiadi dan Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan di Mapolres Kotim, Kamis (6/8/2020).

Kemudian setelah berada di tempat yang sepi, tersangka melancarkan aksi biadabnya kepada korban. Setelah selesai, pelaku mengantar korban di depan rumah. Pada saat di rumah, korban mau buang air besar. Namun ketika itu korban menangis kesakitan di area anus atau dubur. Pada saat diperiksa oleh ibunya, ternyata anus korban lecet. Pada saat ditanya mengapa pantatnya sakit, korban pun menceritakan peristiwa memilukan yang dialaminya.

Mendengar hal tersebut orang tua korban kemudian melaporkannya kepada aparat Polsek Antang Kalang. Petugas kepolisian kemudian memeriksa dan melakukan visum terhadap korban. Polisi kemudian menangkap pelaku di perumahan karyawan perusahaan perkebunan tersebut. Polisi juga mengamankan barang bukti seperti baju milik korban dan hasil visum.

Kapolres berjanji akan memaksimalkan penyidikan kasus tersebut, dan akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, agar tersangka bisa dituntut maksimal.

“Saya sangat prihatin, karena ini merusak masa depan anak,” lanjutnya.

Dari pemeriksaan terhadap pelaku, lanjut Kapolres, tersangka mengaku baru satu kali ini melakukan perbuatan tersebut. Selain itu, pelaku juga ternyata memiliki ketertarikan terhadap anak kecil atau pedofolia dan juga dengan sesama jenis.

“Kami sudah mengerahkan penyidik yang berada di sekitar TKP untuk mencari informasi apakah masih ada korban lainnya. Sementara ini pengakuan tersangka baru satu ini. Namun kami akan mendalami terus,” tandasnya.

Tersangka sendiri saat diinterogasi mengaku pernah menjadi korban tindakan serupa. “Pengakuan ini juga masih kami dalami, apakah memang benar atau hanya alibi saja,” pungkasnya. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas