KPU Usul Tambahan Rp51 M, DPRD Sebut Anggaran Lebih dari Cukup

  • Whatsapp
KPU Usul Tambahan Rp51 M, DPRD Sebut Anggaran Lebih dari Cukup
Y FREDDY ERING
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai anggaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang lebih dari cukup. Usulan tambahan anggaran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng senilai Rp51 miliar lebih, sangat membebani anggaran daerah di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi sekarang ini.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Kalteng Y Freddy Ering, adanya informasi terkait kembali diusulkannya tambahan anggaran Pilkada dari KPU Kalteng ke Pemprov, dengan alasan mendukung Pilkada 9 Desember 2020 dengan penerapan protokol kesehatan, perlu disikapi secara bijak.

Karena anggaran daerah untuk 2020 ini saja sudah tersedot dalam rangka menangani pandemi Covid-19. Bahkan, banyak program dan kegiatan yang dipangkas dan ditunda pelaksanaannya dalam rangka memaksimalkan penanganan penyebaran virus tersebut.

“Menurut saya, dilakukan pergeseran dari anggaran yang sudah ada. Lagi pula anggaran sebelumnya, baru sebagian yang realisasi. Kita menilai anggaran yang sudah ada itu sudah lebih dari cukup untuk pelaksanaan Pilkada,” kata Freddy, saat dibincangi Tabengan, di gedung dewan, Rabu (5/8).

Dikatakan, anggaran yang dikucurkan buat KPU Kalteng untuk pelaksanaan Pilkada 2020 ini sudah cukup besar, sekitar Rp249 miliar lebih. Anggaran sebesar itu, kata Freddy, sudah lebih dari cukup untuk meng-cover pembelian alat pelindung diri (APD) pelaksana Pemilu dan sebagainya.

“Hemat saya lebih dari cukup untuk meng-cover pembelian APD dan kelengkapan pandemi lainnya buat para penyelengara pemilu. Sekadar perbandingan Pilkada Kalteng 2016, anggaran KPU itu hanya sekitar Rp80 miliar lebih. Kemudian sebagai referensi tambahan, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu anggaran Pilkada untuk KPU sekitar Rp150 miliar dan tambahan anggaran untuk protokol kesehatan penyelenggara Pemilu hanya Rp5,5 miliar,” ungkap legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dijelaskan Freddy, pemilih Kalsel juga lebih banyak dari pemilih Kalteng, bahkan dua kali lipat lebih banyak dari Kalteng. Begitu juga untuk jumlah penyelenggara, Tempat Pemungutan Suara (TPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Maka kalau sampai KPU mengusulkan tambahan anggaran Rp51 miliar, dari mana hitungannya? Kita tentu mengimbau sesuai arahan Presiden Jokowi agar dalam situasi pandemi yang belum jelas ujungnya ini, semua pihak memiliki sense of crisis,” tegasnya. sgh

iklan atas

Pos terkait

iklan atas