Acara Hajatan Harus Rekom Satgas Covid-19

  • Whatsapp
Acara Hajatan Harus Rekom Satgas Covid-19
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani menyosialisasikan protokol kesehatan dalam simulasi gelaran hajatan menuju adaptasi kegiatan baru di Kompleks Marina Permai, Rabu (5/8). TABENGAN/RONY
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sudah hampir 5 bulan, Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya meniadakan berbagai jenis kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa seperti gelaran pernikahan, selamatan dan sejenisnya sebagai dampak dari meluasnya pandemi Covid-19 di Kota Cantik.

Namun kini, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mulai menjalankan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam upaya memulihkan perekonomian, khususnya bagi mereka yang menjalankan mata pencaharian dari kegiatan hajatan.

Pada Rabu (5/8), dipimpin Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Tim Satgas melakukan simulasi ketentuan tata tertib acara resepsi pernikahan yang didampingi Forum Pelaku Jasa Usaha Kota Palangka Raya, di Kompleks Marina Permai.

Emi mengatakan, saat ini kegiatan hajatan telah diperbolehkan, namun dengan sejumlah ketentuan. Pertama, pihak penyelenggara kegiatan maupun pihak keluarga harus terlebih dahulu mengajukan surat permohonan kepada Tim Satgas untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap protokol kesehatan serta pemeriksaan terhadap zona penyebaran, untuk selanjutnya diterbitkan surat rekomendasi sebagai syarat utama diizinkannya kegiatan keramaian yang juga akan disampaikan kepada pihak kepolisian.

“Jika tak penuhi syarat, maka rekomendasi dari satgas tidak akan terbit. Demikian pula untuk izin keramaian dari kepolisian. Protokol kesehatan sangat penting sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19, dan merupakan tanggung jawab Pemko terhadap kesehatan masyarakat. Namun tanggung jawab itu tak kesampingkan ekonomi, usaha tetap jalan dan ikuti protokol kesehatan,” tegas Emi saat dibincangi Tabengan.

Ia menambahkan, ada kurang lebih 17 poin yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara hajatan untuk bisa mendapatkan rekomendasi dari tim satgas. Termasuk tata cara penyediaan tempat cuci tangan, penggunaan masker dan pengaturan jarak antar individu minimal 1 meter merupakan hal yang mutlak.

Selanjutnya, kapasitas tempat duduk hanya 30 persen dari kapasitas ruangan dengan maksimal 30 undangan dalam 1 sesi.

Kemudian, tambah Emi, pembersihan meja dan kursi dengan disinfektan setiap bergantian sesi serta memastikan tidak ada kerumunan pengunjung dengan cara membuatkan tempat tunggu/ruangan tunggu dengan kursi yang diatur jaraknya. Lalu pihak penyelenggara menyiapkan petugas khusus untuk mengawasi protokol kesehatan untuk memastikan pengunjung datang dengan tubuh sehat dan diperiksa dengan thermo gun.

“Lalu penyajian makanan dengan dua cara, pertama dengan kotakan dan kedua dengan cara prasmanan, tapi ada petugas khusus yang menyajikan. Nah untuk aktivitas joget, tetap jaga jarak minimal 1 meter dan menggunakan masker. Lalu tidak bersalaman dengan pengantin, hanya salam dari jarak 2 meter, dan maksimal acara di waktu malam hari sampai pukul 22.00 WIB,” bebernya.

Dan, untuk permohonan surat rekomendasi, sama sekali tanpa biaya alias gratis, karena satgas mengedepankan profesionalitas. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas