Viralkan Budaya Malu Tidak terapkan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Viralkan Budaya Malu Tidak terapkan Protokol Kesehatan
Ketua DPRD Doni beserta unsur forkopimda saat acara penyerahan bantuan masker dari anggota DPR RI Willy M Yoseph. Tabengan/JOKO SANTOSO
iklan atas

PURUK CAHU/tabengan.com – Berjuta mimpi dan harapan terucap dari semua pihak tentang masa depan Kabupaten Murung Raya saat memperingati hari jadi ke 18 tahun setelah menjadi daerah definitif.

Ketua DPRD Murung Raya Doni memimpikan Mura menjadi wilayah maju, aman dan sukses dari segala bidang serta masyarakatnya sebagian besar telah dalam kondisi hidup mapan layaknya daerah makmur lainnya.

Pada peringatan HUT ke-18 Mura pekan kemarin, Doni mengaku tidak merasa terganggu akan kesederahanaan pelaksanaan acara. Justru kendati tanpa dimeriahkan dengan berbagai kegiatan euforia, kekhidmatan pelaksanaan syukuran dapat dirasakannya.

Selain itu Doni juga mengajak semua pihak dengan situasi pandemi Covid-19 supaya seluruh elemen masyarakat di Mura lebih prihatin dan mawas diri atas kejadian yang menimpa bangsa Indonesia terkhusus dan dunia secara umum akibat keganasan corona virus.

“Pastinya dengan momentum hari Jadi ke 18 Mura dikaitkan dengan pandemi Covid-19 sudah benar yang dilakukan Pemkab Mura menyelenggarakan syukuran dengan tata cara seperti kemarin,” ungkap Doni kepada Tabengan, Rabu (5/8).

Doni juga mendorong agar semua pihak tanpa terkecuali para pejabat, mampu menerapkan protokol kesehatan dengan benar serta menjadikan setiap poin dalam anjuran pemerintah sebagai kebiasaan baru di masa pandemi.

Lebih dari pada itu Doni minta wajib menggunakan masker dijadikan sebuah budaya malu ketika tidak menggunakannya saat beraktivitas.

Budaya malu yang dimaksudkan Doni beralasan, menurutnya dengan tidak disiplin menggunakan masker sehingga sampai berakibat terinfeksi Covid-19 terkonfirmasi positif tentunya bisa saja membahayakan keselamatan dan jiwa orang lain di lingkungan sekitar.

Bukan itu saja politisi PDIP ini juga lebih memfokuskan lagi bukan hanya wajib menggunakan masker namun lebih secara menyeluruh yaitu ingin memviralkan budaya malu tidak berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Kita wajib perduli dengan lingkungan sekitar, kenapa harus malu tentu saja beralasan, akibat kecerobohan kita sehingga berakibat terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian menularkan kepada lingkungan sekitar, pertanyaan apakah perbuatan seperti ini tidak merugikan dan membahayakan keselamatan nyawa orang lain,” kata Doni.c-sjs

iklan atas

Pos terkait

iklan atas