Boleh Karaoke, Asalkan…

  • Whatsapp
Boleh Karaoke, Asalkan…
Salah satu THM saat dilakukan pengecekan oleh Satgas Covid-19 sebelum direkomendasikan untuk dibuka. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Patroli dan pengecekan tempat hiburan malam (THM) dilakukan Tim Gabungan Unit Reaksi Cepat (URC) Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya, Senin (3/8) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin Danramil 1016-01/Phd Mayor Infanteri Heru Widodo bersama Kabagops Polresta Palangka Raya Kompol Hemat Siburian, dan Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani.

Kompol Hemat Siburian menjelaskan, selain patroli rutin, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengecek kesiapan pelaku usaha THM dalam menerapkan protokol kesehatan sebelum diterbitkannya rekomendasi untuk buka kembali.

“Setiap pengelola tempat usaha wajib menerapkan standar protokol kesehatan, di antaranya menyiapkan thermogun, fasilitas cuci tangan yang mudah diakses, hand sanitizer, mengatur jarak meja dan kursi serta yang tidak kalah penting mewajibkan seluruh karyawan dan pengunjung untuk menggunakan masker,” beber Hemat.

Hemat menuturkan, ada tiga tempat yang menjadi sasaran, yakni D’lavan Cafe dan Karaoke, D’Tones by Afgan dan NAV Family Karaoke yang semuanya berlokasi di Jalan G Obos Kota Palangka Raya.

“Hal ini kita dilakukan agar roda perekonomian di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya dapat kembali berjalan normal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani menuturkan, kegiatan pengawasan di tempat hiburan karaoke adalah dalam rangka menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang kini perlahan mulai dijalankan hampir oleh seluruh daerah di Tanah Air, tak terkecuali di Kota Cantik.

“Nah, dalam upaya pengimplementasian AKB, kami diminta untuk memutus mata rantai sebaran Covid-19 di sini, namun tidak merugikan atau mematikan sektor perekonomian. Menindaklanjutinya, malam ini dilakukan pengecekan terkait penerapan protokol kesehatan di tempat hiburan karaoke,” katanya.

Menurutnya, tempat hiburan seperti ini sudah kurang lebih 5 bulan tidak buka. Maka itu, perlu dilakukan pengecekan protokol kesehatan terlebih dahulu sebelum bisa dibuka kembali.

Selain melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di tempat hiburan karaoke, jelas Emi, pihaknya juga langsung memverifikasi apakah tempat tersebut sudah memenuhi standar atau belum untuk beroperasi kembali.

Dijelaskannya, syarat utama tempat hiburan karaoke bisa kembali beroperasi adalah harus terverifikasi secara langsung oleh Tim Gugus Covid-19 Kota serta memiliki surat rekomendasi dari Divisi Asistensi dan Pengawasan Protokol Covid-19.

“Kalau memang sudah memenuhi syarat dan standar protokol Covid-19 yang dianjurkan serta sudah terverifikasi oleh Divisi Asistensi Protokol Covid-19, maka tempat usaha karaoke ini bisa beroperasi kembali. Namun sebelum itu, untuk memastikan tempat hiburan bagi masyarakat tersebut aman untuk beroperasi kembali, maka harus melewati dua tahap verifikasi,” bebernya.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya ini kembali melanjutkan, apabila ada tempat hiburan karaoke yang telah beroperasi, namun kedapatan melanggar protokol kesehatan yang disepakati selama verifikasi, maka pengelola usaha akan diberikan teguran pertama, kedua, dan ketiga. Apabila masih melanggar, maka pihaknya akan menarik perizinan dan rekomendasi verifikasinya.

“Dalam pernyataan telah terverifikasinya tempat karaoke tersebut, akan melibatkan tanda tangan dari pengelola usaha bahwa akan menyetujui penerapan protokol kesehatan dan menjaga protokol kesehatan agar terus bisa diterapkan. Apabila melanggar, maka akan mendapatkan sanksi hingga penarikan rekomendasi operasi tempat hiburan,” ungkap Emi.

Ditambahkannya, untuk tempat hiburan karaoke memang sudah ada beberapa yang bermohon kepada Tim Gugus agar tempatnya bisa segera dilakukan pengecekan protokol kesehatan dan mendapatkan verifikasi. Hingga saat ini telah ada kurang lebih 5 tempat hiburan karaoke yang mengajukan verifikasi, namun baru 3 lokasi yang dilakukan pengecekan dan verifikasi tahap pertama dan sisanya akan menyusul segera. rgb/fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas