Atlet Menembak Kalteng Juara Dunia

  • Whatsapp
Atlet Menembak Kalteng Juara Dunia
Keysha El Fachri mengikuti kejuaraan dunia menembak WRABF di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Atlet menembak dari Kalimantan Tengah Keysha El Fachri (13) yang tampil di kejuaraan dunia menembak WRABF kelas junior, berhasil meraih juara kedua setelah berhasil mengumpulkan 247,10 poin dari 25 tembakan. Sementara juara pertama diraih oleh atlet asal Sulawesi dengan 248,15 poin. Juara ketiga diraih atlet asal Ukraina dengan 244, 13 poin.

“Dari tembakan 1 sampai 20 poinnya 10 semua, tapi 5 tembakan terakhir, saya deg-degan, tembakan 21, 22 dan 24 kena 9, tembakan ke 23 dan 25 kena 10, jadi minus 3 poin,” kata Fachri, Senin (3/8/2020).

Namun, ia merasa sangat bersyukur dengan hasil ini, pasalnya ini pertama kalinya tampil di level dunia dan berhasil meraih juara kedua dari ratusan peserta yang tampil. Kejuaraan ini digelar secara firtual di lapangan yembak Senayan 1-3 Agustus dan Afrika Selatan menjadi tuan rumah (host) penyelenggaranya. Indonesia baru tampil pertama kali di event ini karena baru tahun ini masuk sebagai peserta kejuaraan WRABF.

Sementara itu, Purnomo, ayah dari Fachri mengatakan sangat bangga dengan keberhasilan Fachri dan mendukung anaknya menjadi atlet menembak yang handal dan dapat mewakili Kalteng di berbagai ajang kejuaraan nasional menembak dan mewakili Indonesia di kejuaraan dunia. Usianya yang masih belia, sehingga memiliki waktu yang cukup banyak untuk bisa meningkatkan kemampuan menembaknya.

“Saya sebagai orang tua terharu dan bangga dengan hasil ini, baru usia 13 tahun tapi berhasil harumkan nama Indonesia terkhusus nama Kalteng di nasional dan dunia,” kata Purnomo.

Ketua klub menembak Rajawali Borneo Shooting Club (RBSC) ini, bahkan mendapatkan ucapan selamat dari rekan-rekannya di seluruh Indonesia atas keberhasilan anaknya dalam meraih prestasi di tingkat dunia. Bahkan sudah ada tawaran dari beberapa daerah agar anaknya mau pindah provinsi lain, namun sebagai orang tua, tidak hanya memikirkan Fachri sebagai atlet handal, tapi juga sukses meraih masa depan karena cita-cita sang anak ingin sebagai dokter.

Selain itu, lanjut Purnomo, tidak ingin membebani anaknya karena usianya yang masih belia dan tahun ini baru masuk di kelas VII salah satu Sekolah Menengah Pertama di Kota Palangka Raya. Selama ini Fachri berlatih menembak kurang lebih satu tahun di klub menembak RBSC Kalteng. Sebelum tampil di kejuaraan WRABF, Fachri mengikuti kejuaraan menembak Kapolri Cup 2020 di Jakarta yang juga sekaligus ajang seleksi untuk kejuaraan dunia WRABF. Selain Fachri, ada juga atlet senior asal Kalteng yang berhasil lolos ke dan tampil di WRABF hasilnya masuk 10 besar. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas