Budayakan Gemar Membaca Melalui Lomba Bercerita, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng Gelar Lomba

  • Whatsapp
Budayakan Gemar Membaca Melalui Lomba Bercerita, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng Gelar Lomba
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng Susana Ria Aden beserta jajaran dan peserta lomba bercerita, berfoto bersama disela kegiatan yang digelar di aula lantai II, instansi tersebut. TABENGAN/DIDIN
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Jajaran Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng menggelar lomba bercerita bagi siswa SD/MI tingkat provinsi, Kamis (30/7). Kegiatan yang dilaksanakan di aula instansi tersebut, merupakan salah satu bagian dari empat lomba terkait. Sebut saja seperti Lomba Perpustakaan Desa, Perpustakaan Tingkat SLTA, Pustakawan Berprestasi dan Bercerita.

Untuk lomba bercerita sendiri, diikuti oleh enam peserta dari berbagai kabupaten seperti Pulang Pisau, Kapuas dan Barito Utara (Barut). Sementara untuk lomba perpustakaan sekolah diikuti oleh Kabupaten Seruyan, Kota Pangkalan Bun, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya. Untuk perlombaan perpustakaan desa diikuti oleh Barsel, Pulang Pisau, Kapuas, Barut, Lamandau dan Palangka Raya.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng Susana Ria Aden, lomba bercerita sendiri merupakan kegiatan program nasional. Seiring dengan dampak Pandemik Covid 19 saat ini, banyak kabupaten sebagai peserta yang belum bisa ikut serta dalam ajang tersebut.

“Kendati begitu lomba ini tetap dilaksanakan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebut saja seperti kewajiban menggunakan masker, pembatasan jarak hingga penyediaan cuci tangan,” ujarnya disela-sela pembukaan lomba bercerita di aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng lantai II.

Menyangkut itu, memang lomba tersebut sebagai upaya pihaknya, dalam mengoptimalkan budaya gemar membaca. Intinya keikutsertaan anak-anak dalam lomba bercerita, memberikan dampak positif khususnya dalam dunia pendidikan. Misalnya saja mempertebal rasa percaya diri dan keberanian anak-anak, untuk tampil didepan umum.

Sementara itu Ketua Panitia Hansli menjelaskan keempat lomba yang digelar, dilaksanakan pada Juni dan Juli. “Selain menumbuhkembangkan budaya gemar membaca, juga mengangkat dan mempopulerkan buku cerita yang mengandung budaya daerah (lokal), serta menumbuhkembangkan kecintaan anak-anak akan budaya bangsa sendiri,” pungkasnya.drn/bb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas