Pilkada Kotim Bisa Penuh Kejutan

  • Whatsapp
Pilkada Kotim Bisa Penuh Kejutan
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Pengamat politik di Kotawaringin Timur, M Gumarang mengungkapkan bahwa di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotim tahun 2020 bisa saja penuh dengan kejutan, khususnya figur yang akan mengantongi rekomendasi dari partai politik. Mengingat saat ini belum ada satu figur pun yang dinilai sudah mendapatkan rekomendari partai politik.

“Belum ada figur atau pasangan yang sudah pasti maju di Pilkada Kotim 2020, karena belum ada satupun yang sudah mendapatkan rekomendasi. Yang saat ini ada baru surat tugas dari partai politik untuk mencari koalisi, itu pun mungkin masa berlaku surat tugas itu sudah banyak yang berakhir,” jelas Gumarang, Minggu (2/8/2020).

Sehingga, jelas Gumarang, bisa jadi nantinya banyak kejutan yang terjadi, yaitu figur atau pasangan yang diusung oleh partai politik bisa saja berbeda dengan yang beredar di masyarakat.

“Partai politik di pusat juga pasti menghitung peluang kemenangan figur yang akan mereka usung, karena Pilkada saat ini juga erat kaitannya dengan Pemilu 2024 nanti, sehingga mereka pasti akan mengusung kandidat yang peluang kemenangannya besar,” jelasnya.

Selain itu, ungkapnya, konstelasi politik di tingkat pusat juga pasti mempengaruhi. Seperti partai-partai pendukung pemerintah pasti juga akan berkoalisi dengan partai pendukung pemerintah.

“Misalnya PDIP, mereka hanya akan berkoalisi dengan partai pendukung pemerintah saja, dan ini juga akan memengaruhi koalisi antarpartai politik,” lanjutnya.

Bisa jadi nantinya akan terjadi “kawin paksa”. Yaitu kebijakan partai politik di tingkat pusat mengharuskan dua orang figur yang sebelumnya sudah memiliki pasangan masing-masing dan aktif melakukan sosialisasi, namun harus berpisah karena tidak direstui oleh pimpinan pusat partai politik tersebut.

Gumarang menyebutkan, dengan tertutupnya peluang pasangan dari jalur independen maju di Pilkada Kotim, dia memperkirakan pasangan yang akan maju di Pilkada Kotim hanya ada 3 pasangan saja. “Kemungkinan rekomendasi dari partai politik ini akan keluar setelah 17 Agustus 2020,” jelasnya.

Gumarang juga mengkhawatirkan logistik atau dana masing-masing kandidat yang saat ini akan maju di Pilkada Kotim. “Karena sudah sekian lama ternyata belum ada kepastian siapa yang diusung oleh partai politik, pastinya para kandidat ini sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, untuk sosialisasi dan sebagainya. Jangan-jangan nanti pas bertanding di Pilkada malah kehabisan tenaga,” ujarnya. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas