Petani di Kawasan Lumbung Pangan Berkelanjutan Butuh Bimtek

  • Whatsapp
Petani di Kawasan Lumbung Pangan Berkelanjutan Butuh Bimtek
Lahan padi milik petani di Desa Belanti Siam, Pulang Pisau yang masuk dalam kawasan program lumbung pangan berkelanjutan, baru-baru ini.

PULANG PUSAU/tabengan.com – Program lumbung pangan berkelanjutan di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mulai dilaksanakan pemerintah pusat ikut menjadi perhatian Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Kalteng, Agustin Teras Narang.

Pada saat melakukan reses virtual penyerapan aspirasi daerah terkait pengawasan pelaksanaan UU Desa dan UU Penataan Ruang, Teras menerima masukan dari para petani soal perlunya bimbingan teknis (bimtek) bagi para petani, sehingga keberadaan program tersebut semakin menambah hasil produktivitas petani.

Teras yang juga Ketua Komite I DPD RI dalam kesempatan kali ini turun ke Desa Pantik dan Desa Sanggang, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Dia pun meminta agar Dinas Pertanian di daerah setempat dapat mendukung penuh masyarakat tani Kalteng.

“Saya meminta Dinas Pertanian terkait agar memperhatikan kebutuhan pengembangan pertanian masyarakat kita. Terlebih mengatasi persoalan pirit di beberapa wilayah yang membutuhkan bimbingan teknis” tandas Teras, Sabtu (1/8/2020)

Teras mengaku dukungan ini mendesak diberikan agar petani Kalteng dapat melihat keseriusan pemerintah dalam agenda lumbung pangan berkelanjutan. Sebab dukungan pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan dan penyelesaian masalah di sektor pertanian, akan jadi pertimbangan sukses agenda nasional tersebut.

Ia pun menjelaskan warga cukup antusias menyampaikan harapan akan peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga dorongan agar petugas penyuluh lapangan untuk petani bisa lebih sering turun ke lapangan. Selain itu agar petugas yang turun juga memiliki kompetensi dan berlatar belakang sarjana pertanian. Hal ini mengingat warga kerap menghadapi persoalan pengelolaan keasaman tanah atau meningkatnya pirit yang mengganggu kualitas pertanian usai kemarau.

Terlebih lagi sambung Teras, masyarakat tani membutuhkan dukungan dari hulu ke hilir. Mulai dari pembibitan, pengelolaan dan pengadaan pupuk, pengelolaan irigasi, pengeringan hingga pemasaran. Lebih jauh terkait lumbung pangan berkelanjutan, ia berharap supaya segera sosialisasi dan konsultasi publik agar persoalan penataan ruang dapat disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

“Rencana tata ruang kawasan desa dan kecamatan juga perlu diketahui publik, apalagi saat ini ada upaya pemerintah mendorong investasi. Jangan sampai masyarakat tidak paham untuk mengawal rencana pemerintah ini,” jelasnya.

Teras mengaku senang mendengar catatan masyarakat termasuk harapan agar pemuda rantau dapat pulang dan menjadi petani modern. Menurutnya ini jadi momen tepat kaum milenial melihat isu pertanian lebih dekat lagi, agar ada upaya pengembangan pertanian yang modern di masa depan.

“Sebagai seorang yang mengenal, mencintai dan mewakili Kalteng saat ini. Saya berharap, bahwa isu pertanian bisa menjadi isu semua pihak dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Generasi muda Kalteng diharapkan melihat dunia pertanian sebagai masa depan yang tak kalah mencerahkan. Dari situasi pandemi dan ancaman krisis pangan, kita sungguh belajar,” jelasnya. adn

Pos terkait