Menolak Disuruh Tahlilan, Anak Tega Bunuh Ayah Tiri

  • Whatsapp
Menolak Disuruh Tahlilan, Anak Tega Bunuh Ayah Tiri
Pria yang membunuh ayah tirinya di Desa Bhakti Karya Kecamatan Antang Kalang, Kotawaringin Timur berhasil ditangkap aparat. Polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan pelaku. ISTIMEWA
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com- Peristiwa pembunuhan sadis terjadi di Desa Bhakti Karya Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 19.30 WIB. HR (20) tega membunuh TT (65) yang tidak lain adalah ayah tiri pelaku. Korban tewas setelah mengalami luka bacokan di kepala dan leher.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa ini bermula saat korban menyuruh pelaku untuk datang ke acara tahlilan. Namun, saat itu pelaku menolaknya dan dimarahi oleh korban. Rupanya pelaku tidak terima dimarahi oleh korban. Pelaku kemudian mengambil besi yang berada di bawah rumah dan mendatangi korban di dalam rumah. Namun, aksi tersebut dihalau dan diambil besinya oleh ibu pelaku, dan besi tersebut kemudian dibuang.

Sekitar pukul 19.30 WIB, pelaku yang masih menyimpan dendam, rupanya tetap berniat untuk melukai korban. Ketika korban keluar rumah, pelaku mendatangi kembali dengan membawa sebuah parang yang diambil dari bawah rumahnya. Korban saat itu memukul pelaku, tetapi pelaku berhasil menghindarinya dan membacok korban di bagian kepala dan leher, sehingga korban terjatuh di tanah.

Pada saat itu istri korban yang juga ibu pelaku melihat dan menangis, serta menyuruh pelaku untuk pergi. Pelaku kemudian pergi ke kebun singkong sekitar 500 meter dan bermalam di pondok tersebut.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Rino Heriyanto mengungkapkan, pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020 pukul 10.30 WIB, Polsek Antang Kalang mendapati laporan bahwa pelaku berada di areal dekat tempat kejadian perkara.

“Kemudian anggota Polsek Antang Kalang langsung mendatangi lokasi pondok tersebut dan langsung mengamankan pelaku dan dibawa ke Mako Polsek Antang Kalang,” terangnya, Sabtu (1/8/2020).

Disampaikannya, pengungkapan kasus penemuan mayat hingga terungkapnya menjadi kasus pembunuhan kurang dari 24 Jam. “Pelaku merupakan anak tiri dari korban,” pungkasnya. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas