Reses DPR RI, Ary Egahni Kunjungi Kejati Kalteng

  • Whatsapp
Reses DPR RI, Ary Egahni Kunjungi Kejati Kalteng
Anggota DPR RI Dapil Kalteng Ary Egahni Ben Bahat melakukan reses ke mitra kerjanya Kejati Kalteng, untuk mendapatkan aspirasi atas permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam penanganan masalah hukum, Rabu (29/7). TABENGAN/DEDY
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng) Ary Egahni Ben Bahat melakukan reses ke dapil untuk menyerap aspirasi masyarakat. Reses dilakukan dengan mengunjungi mitra kerja dalam hal ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng.

Srikandi Partai NasDem ini diterima secara langsung oleh Kepala Kejati Kalteng Mukri. Agenda reses dilakukan dengan menggelar dialog di Aula Kejati Kalteng, Rabu (29/7).

Ada sejumlah hal yang menjadi bahasan dalam dialog yang dilakukan Ary Egahni bersama dengan mitra kerjanya. Di antaranya, Kejati diminta dapat bersikap netral dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparatur negara. Hal ini disampaikan, sebab Kalteng akan menghadapi Pilkada serentak tahun 2020. Baik itu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur.

Ary menegaskan, netralitas sangat penting bagi pihak Kejati dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik mungkin. Pilkada yang berlangsung di Kalteng, biarkan para kontestan bersaing dengan adil. Dia mengajak untuk bersama dalam melakukan pengawasan, dan mencegah terjadinya berbagai hal yang dapat memecah belah NKRI, khususnya Kalteng. Apabila memang ditemukan pelanggaran yang merugikan negara, silakan Kejati melakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Hal lain yang juga menjadi catatan saya adalah masalah peladang, di mana para peladang mendapat kriminalisasi karena pembakaran hutan dan lahan untuk berladang. Sikap yang bijak harus dikedepankan dalam menyikapi kasus peladang. Artinya apa, kasus kebakaran dan lahan terjadi di daerah bergambar, sementara peladang membuka lahan di daerah dengan kondisi tanah mineral. Potensi kebakaran hutan dan lahan sangat kecil terjadi dan menyebabkan kabut asap,” kata legislator Partai NasDem ini, saat menyampaikan sejumlah hal yang menjadi catatan, sehingga reses ke Kejati Kalteng.

Menangkap peladang, tegas Ary, bukanlah sebuah langkah yang bijak. Zaman dulu, peladang membakar hutan dan lahan untuk dijadikan ladang, tidak menyebabkan kebakaran hebat, sehingga berdampak pada kabut asap. Dia berterima kasih kepada sejumlah daerah yang sudah menerbitkan aturan sebagai bentuk perlindungan terhadap para peladang di Kalteng.

Terakhir, kata Ary, ada kasus yang menimpa para aktivis lingkungan. Salah satu aktivisnya meninggal dunia, padahal sudah meminta izin untuk berobat. Ini menjadi catatan penting bagi para penegak hukum. Ke depan dalam penegakan hukum wajib melihat sisi-sisi yang lain, jangan sampai kasus seperti ini terjadi lagi, sehingga menimbulkan preseden buruk bagi penegak hukum. Reses ditutup dengan agenda penyerahan cenderamata oleh masing-kasih pihak. ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas