Empat ASN Positif Covid-19, Kantor Dinkes Barut Tutup

  • Whatsapp
Empat ASN Positif Covid-19, Kantor Dinkes Barut Tutup
Tampak suasana Kantor Dinas Kesehatan Barito Utara yang ditutup karena ada pegawainya positif Covid-19. RAYU HADY
iklan atas

MUARA TEWEH/tabengan.com – Setelah 4 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Barito Utara diketahui terkonfirmasi Covid-19, kantor tersebut terpaksa ditutup. Penutupan berlangsung sejak Selasa (28/7) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Pantauan wartawan, kantor yang berada di Jalan Yetro Sinseng, Kelurahan Melayu, Muara Teweh ini, tampak tertutup tanpa ada satu pun pegawai yang masuk kerja. Pintu pagar halaman tertutup rapat. Begitu pula pintu depan kantor dan pintu gudang dikunci. Pada pintu utama tertera tulisan ‘jika ada urusan berkas mendesak, bisa menghubungi tiga kontak person’.

“Kantor Dinas Kesehatan ditutup sejak hari Selasa kemarin, setelah kami menerima hasil tes swab 4 ASN di Dinkes terkonfirmasi Covid-19,” kata Plt Kepala Dinkes Barut Siswandoyo, Rabu (29/7).

Siswandoyo mengungkapkan, untuk 4 orang ASN di instansi yang ia pimpin terkonfirmasi Covid-19, yakni tuan DS, Ny AT, Ny HA, dan Ny N. Sebelum keempatnya, sudah ada satu staf Dinkes terinfeksi Covid-19 berinisial AEH. Diduga pasien ini kontak erat dengan pasien dari klaster Pancar Mas.

“Kantor ditutup dan semua staf melakukan pekerjaan dari rumah,” ujar Siswandoyo.

Hingga Selasa petang, tercatat jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Barut sebanyak 47 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 orang meninggal dunia, 22 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, serta 22 orang menjalani perawatan.

Pasien Meninggal Dekati 100
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng H Sugianto Sabran melalui Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Rita Juliawaty menyebutkan, data yang dihimpun hingga Rabu (29/7) pukul 15.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 1.687 orang atau bertambah 24 orang. Penambahan cukup banyak di Palangka Raya dengan jumlah 11 orang, kemudian Kotawaringin Barat 10 orang, Murung Raya 2 orang, dan Pulang Pisau 1 orang.

Dari total tersebut, lanjut Rita, sebanyak 1.142 pasien dinyatakan sembuh, atau bertambah 14 pasien. Sebanyak 9 pasien sembuh di Palangka Raya, masing-masing 2 pasien sembuh di Pulang Pisau dan Gunung Mas, dan 1 pasien sembuh di Kotawaringin Barat.

“Jumlah pasien yang menjalani perawatan berjumlah 454 pasien, atau bertambah sebanyak 9 pasien. Angka meninggal dunia kembali bertambah sebanyak 1 orang di Palangka Raya, membuat angka meninggal dunia mendekati 100 orang atau tepatnya mencapai 91 orang, dengan persentase angka kematian sebesar 5,4 persen,” kata Rita.

Jumlah suspek, kata Rita, turun sebanyak 6 orang menjadi 338 orang, dengan probable masih berjumlah 14 orang. Sementara itu, hasil laboratorium sebanyak 7.112, dimana 1.687 dinyatakan positif. c-ryu/ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas