Uji Klinis Vaksin Memberi Harapan bagi Pergerakan Saham

  • Whatsapp
Uji Klinis Vaksin Memberi Harapan bagi Pergerakan Saham
Kepala Cabang BEI Kalteng Stephanus Cahyanto Kristiadi
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kondisi pasar saham seminggu terakhir menunjukkan kondisi yang cukup baik. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Stephanus Cahyanto Kristiadi, Kepala Bursa Efek Indonesia Cabang Kalteng, Selasa (28/7/2020).

“Bursa efek, kondisinya sudah mendingan dalam seminggu yang telah lewat,” ujarnya.

Dikatakan, sektor yang mengalami peningkatan adalah consumer good, yang di dalamnya meliputi industri farmasi. Saham yang menunjukkan peningkatan adalah Kalbe Farma, Indofarma dan Kimia Farma.

“Diduga oleh karena penemuan vaksin Covid dan upaya uji klinis terhadap vaksin tersebut yang menyebabkan saham industri farmasi mengalami kenaikan,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk sektor pertambangan, khususnya didominasi oleh emas, nikel dan timah.

“Hal tersebut dipicu oleh harga emas dunia naik terus. Perusahaan yang sahamnya kembali bergerak adalah seperti Aneka Tambang, MDKA, Inco, Antam. Indonesia adalah produsen nikel didunia yang pencapaiannya sebanyak 27 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, saham untuk CPO beberapa saat kemarin juga naik. Sekalipun tidak sebesar pertambangan dan consumer good.

Pria yang akrab disapa Cahyo tersebut mengatakan, Emiten Bank juga mengalami kenaikan. Oleh karena kebijakan pemerintah yang menaruh dana di bank-bank daerah. Selain itu juga telekomunikasi dan beberapa yang terkait, tower kenaikannya cukup lumayan.

“Dengan adanya zoom meeting, belajar daring, saham di sektor telekomunikasi juga ikut berpengaruh,” tambahnya.

Namun, Cahyo juga mengatakan bahwa IHSG bergerak antara 5.000-5.150.
“Masih aman. Karena 5.000 itu angka psikologis. Mudah-mudahan, dengan adanya berita uji klinis vaksin covid, semoga akan membawa dampak yang bagus bagi pasar. Sehingga ekonomi bergerak seperti semula,” tutupnya.

Melalui pesan WA, Bernanto Manager pada Phitraco Sekuritas mengatakan hal serupa.

Bernanto mengatakan bahwa saat ini IHSG belum dikatakan normal sepenuhnya mengingat secara YTD masih -18 persen. Jika dilihat dari data sebulan ini IHSG mengalami kenaikan 4,2 persen dimana sektor farmasi, sektor komoditas seperti batubara, CPO, mineral lain mengalami penguatan.

“Farmasi naik karena vaksin sedang uji coba tahap ke-3 dan sektor komoditas naik karena permintaan akan barang dari China sudah mulai naik,” tandasnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas