Amankan Pilkada, 3 Polres Gelar Simulasi Gabungan

  • Whatsapp
Amankan Pilkada, 3 Polres Gelar Simulasi Gabungan
Personel kepolisian dari tiga kabupaten yaitu Kotim, Seruyan dan Katingan saat melaksanakan Simulasi Pengamanan Kota (Sispamkota) menghadapi Pilkada serentak, yang dilaksanakan di Stadion 29 November Sampit, Selasa (28/7/2020).

SAMPIT/tabengan.com – Semakin dekat menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak, termasuk Pilgub Kalteng dan Pilbup Kotim tanggal 9 Desember 2020 mendatang, kesiapsiagaan aparat kepolisian terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan simulasi pengamanan kota (Sispamkota) yang diikuti personel Polres Kotim, Polres Seruyan dan Polres Katingan di Stadion 29 November Sampit, Selasa (28/7/2020) pagi.

Dirsabhara Polda Kalteng Kombes Pol Susilo Wardono mengungkapkan, simulasi itu diikuti oleh 3 Polres dengan jumlah personel yang dilibatkan mencapai 395 orang. Kegiatan tersebut dilakukan di Polres Kotim, karena Kotim merupakan daerah yang melaksanakan Pilkada.

“Di Kalteng, hanya Kotim yang melaksanakan pemilihan bupati dan gubernur, sehingga Sispamkota ini dilaksanakan di Kotim. Ini skenario Sispamkota yang dijalankan oleh rayon 3, yang terdiri dari Polres Kotim, Seruyan, dan Katingan,” terang Susilo.

Dalam simulasi tersebut diceritakan pengamanan Pilkada di Kotim, dimulai dari kampanye pasangan calon, distribusi kotak suara, pencoblosan, perhitungan suara, hingga penetapan bupati terpilih.

Mereka mengambarkan sistem pengamanan, jika terjadi gangguan saat Pilkada. Bahkan berupaya melakukan aksi pembubaran masa yang melakukan unjuk rasa, hingga menangkap pelaku penculikan bupati terpilih.

Dalam simulasi tersebut, yang menjadi daya tarik masyarakat yakni adanya ledakan bom di sebuah gudang tempat penyekapan bupati terpilih. Dari skenario yang dijalankan, bom yang berada di lokasi tersebut teridentifikasi oleh jajaran kepolisian. Sehingga dilakukan penjinakan, dan diledakan di lokasi tersebut.

Dirsabhara juga meminta kepada anggota kepolisian yang bertugas mengamankan Pilkada di Kabupaten Kotim agar mengerti dan memahami situasi tempat mereka bertugas.

“Memahami situasi harus dilakukan dalam bertugas, sehingga jika terjadi hal-hal yang bisa mengganggu jalannya Pilkada, bisa teratasi dengan baik,” tandasnya. c-arb

Pos terkait