DPRD Setujui Bangun Menara Bank Kalteng

  • Whatsapp
DPRD Setujui Bangun Menara Bank Kalteng
Gambar rencana bangunan Menara Bank Kalteng dibangun di tanah bangunan gedung KONI Kalteng dan Kantor Dispora Kalteng,

PALANGKA RAYA/tabengan.com – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) akhirnya menyetujui penyertaan modal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng atas barang milik daerah berupa tanah dan bangunan gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng untuk PT Bank Kalteng.

Persetujuan DPRD itu disampaikan dalam pemandangan umum Fraksi Pendukung DPRD Kalteng yang dilangsungkan dalam rapat gabungan bersama Pemprov dan Bank Kalteng, di gedung dewan, Senin (27/7).

“Jadi hari ini (Senin) tadi dilaksanakan rapat gabungan membahas hibah aset tanah Dispora dan KONI untuk menjadi penyertaan modal di Bank Kalteng,” kata Ketua DPRD Kalteng Wiyatno saat dibincangi Tabengan, di gedung dewan, kemarin.

Dijelaskan, pada lahan yang dihibahkan tersebut, ke depannya akan dibangun Menara Bank Kalteng setinggi 17 lantai. Oleh sebab itu, dia berharap agar pembangunannya cepat terlaksana, tepat waktu dan bermanfaat untuk pembangunan Kalteng.

“Nanti Menara Bank Kalteng ini akan menjadi perkantoran Bank Kalteng, pusat perkantoran swasta, perhotelan, termasuk pusat perbelanjaan. Jadi harapannya, menara ini akan menjadi ikon Kalteng ke depannya, karena terletak persis di samping Bundaran Besar Palangka Raya,” kata Wiyatno.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, diusulkannya pembangunan Menara Bank Kalteng itu disertai dengan berbagai alasan, di antaranya posisi perkantoran sekarang sudah mulai tidak memadai.

“Posisi kantor yang sekarang sudah tidak memenuhi syarat lagi, terutama dalam hal meningkatkan pelayanan. Karena halaman parkir untuk karyawan saja sudah tidak cukup, apalagi untuk nasabah. Dengan terbangunnya Menara Bank Kalteng, harapan ke depannya Bank Kalteng semakin besar dan mampu bersaing dengan bank nasional lainnya,” katanya.

Kemudian, terkait masalah pembiayaan, dia menjelaskan, akan dibangun melalui biaya konsorsium bank-bank daerah di wilayah tengah.

“Ini akan dikelola oleh unit usaha di bawah Bank Kalteng, sehingga akan menjadi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah,” pungkasnya. sgh

Pos terkait