Wiranto: Food Estate Menguntungkan bagi Masyarakat Kalteng

  • Whatsapp
Wiranto: Food Estate Menguntungkan bagi Masyarakat Kalteng

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dalam upaya menjamin kebutuhan pangan bagi masyarakat, Pemerintah Pusat RI berencana menciptakan food estate dan menetapkannya di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah sebagai daerah lumbung pangan baru. Menanggapi hal tersebut aktivis kepemudaan, Wiranto, yang juga mantan Sekretaris Organisasi Perkumpulan Pemuda Dayak (Perpedayak) Provinsi Kalimantan Tengah turut memberikan pendapat.

Ia menilai, food estate sangat menguntungkan bagi masyarakat Provinsi Kalteng untuk mendapatkan lapangan kerja baru, mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan diharap mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian. Program tersebut adalah kesempatan bagi Pemerintah Provinsi Kalteng untuk memberdayakan masyarakat lokal agar menjadi pelaku utama yang terlibat dalam pelaksanaan lumbung pangan baru.

“Pemerintah melalui Disnakertrans harus fokus dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal, tenaga kerja muda dan petani muda baik lulusan perguruan tinggi maupun lulusan SMK, karena keberhasilan seorang pemimpin dalam memimpin daerahnya tidak hanya dilihat dari gaya bicara dan pembangunan infrastruktur tetapi juga dilihat dari kemampuan meningkatkan kualitas SDM di daerah yang ia pimpin,” kata Wiranto, Senin (27/7).

Sumber daya manusia lokal sangat mampu untuk menyukseskan program tersebut tanpa harus membawa tranmigrasi dari luar daerah Provinsi Kalteng, sebagai putra putri daerah kita harus siap dengan perubahan dan mampu menunjukan bahwa Kalteng mempunyai SDM yang berkualitas dan mampu bersaing dengan masyarakat luar daerah.

Di sisi lain banyak pihak yang menyuarakan penolakan terhadap program transmigrasi tenaga kerja ke Provinsi Kalteng dalam rangka pelaksanaan food estate. Berkaitan dengan itu, Wiranto mengatakan bahwa tranmigrasi yang diselenggarakan oleh pemerintah diatur dalam undang-undang dan tidak bisa serta merta ditolak dengan alasan yang kurang jelas, apalagi hanya dengan alasan pelaksanaan food estate harus memprioritaskan masyarakat lokal.

“Bagaimana pemerintah bisa memprioritaskan masyarakat lokal apabila keterampilan dalam bidang pertanian dan pembangunan masih terbatas, kita ambil contoh beras Pangkoh yang biasanya dijual di pasar, mayoritas petani beras Pangkoh adalah transmigrasi dari pulau Jawa yang saat ini menetap di Kabupaten Pulang Pisau. Maka itu, saya pikir lebih baik kita sama-sama mendorong dan membantu pemerintah agar mengutamakan pemberdayaan dan pelatihan untuk meningkatkan SDM lokal supaya mampu bersaing menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan food estate,” tuturnya. fwa

Pos terkait