Sadis! Terekam CCTV Seorang Pria Injak Kucing hingga Tewas

  • Whatsapp
Sadis! Terekam CCTV Seorang Pria Injak Kucing hingga Tewas
Seorang pria terekam kamera CCTV menginjak kucing hingga tewas di depan sebuah toko di Jalan DI Panjaitan Sampit. ISTIMEWA

SAMPIT/tabengan.com – Belakangan ini jagad sosial media di Kota Sampit digegerkan dengan beredarnya rekaman CCTV, seorang pria yang secara sengaja menginjak kucing yang sedang duduk di depan toko ATK di Jalan DI Panjaitan Sampit hingga tewas. Banyak warga yang mengecam aksi tersebut, dan bahkan kini banyak yang mencari pria tersebut.

Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah termasuk yang merespons dan mengecam keras tindakan pria yang dianggapnya sangat sadis itu. Setelah melihat video, pihaknya mencoba mengumpulkan informasi dengan mendatangi dugaan lokasi kejadian.

“Betul, kejadian tersebut terjadi di Jalan DI Pandjaitan, depan Pasar Sejumput Kecamatan Mentawa Baru Ketapang,” jelasnya, Senin (27/7/2020).

Diungkapkan Muriansyah, peristiwa tersebut terjadi Kamis (24/7/2020) sore, di depan sebuah toko alat tulis kantor. Saat itu suasana di sekitar lokasi kejadian masih cukup ramai, termasuk di toko tersebut ada empat orang perempuan.

Menurutnya, ada dua ekor kucing yang saat itu berada di depan toko. Tiba-tiba datang seorang pria dan menendang seekor kucing. Tidak sampai di situ, pria tersebut kemudian menginjak dengan keras kepala seekor kucing hitam yang sedang duduk. Akibat kuatnya injakan itu, kucing tersebut menggelepar dan mengeluarkan darah. Usai melakukan tindakan sadis itu, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu langsung pergi.

Kejadian cukup singkat itu sontak membuat empat perempuan yang ada di dalam toko kaget. Mereka tidak menyangka kejadian tersebut dan baru menyadari setelah melihat kucing tersebut ternyata mati.

Tindakan sadis pria itu terekam kamera tersembunyi yang ada di toko itu. Video singkatnya pun kemudian beredar di media sosial sehingga menimbulkan keprihatinan masyarakat.

Muriansyah mengatakan, pihaknya sangat prihatin, waswas sekaligus marah dengan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian seperti ini merupakan yang pertama kali terjadi di Sampit.

Pihaknya belum menemukan pelaku. Diakuinya, ada informasi bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa, namun pihaknya masih mencari pelaku untuk mengecek kebenarannya.

Jika ternyata pelaku tidak mengalami gangguan jiwa, Muriansyah berencana melaporkan kejadian itu ke polisi. Menurutnya, tindakan pelaku bisa dijerat hukum karena termasuk kategori tindak pidana. Aturan pidana mengenai penganiayaan dan pembunuhan hewan diatur dalam Pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Jika memang betul pelaku mengalami gangguan jiwa, kata Muriansyah, pihak keluarga seharusnya mengobati orang tersebut atau membawanya ke rumah sakit jiwa. Penderita gangguan jiwa yang memiliki perilaku seperti itu jangan dibiarkan berkeliaran di jalan karena sangat berbahaya orang lain.

“Saat ini kucing yang dibunuhnya dengan cara keji. Dikhawatirkan suatu saat nanti pelaku akan menyerang anak kecil atau warga lainya. Dan kami berharap, Dinas Sosial juga merespons kejadian ini,” jelasnya. c-arb

Pos terkait