Pengembalian Dana Konsumen PT AG Tak Sesuai Harapan

  • Whatsapp
Pengembalian Dana Konsumen PT AG Tak Sesuai Harapan
Seorang admin PT Adhi Graha sedang melayani salah satu konsumen. TABENGAN/DANIEL
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Beredar di media sosial Facebook dan Instagram, PT Adhi Graha (AG) mulai melakukan pengembalian uang komsumen, Kamis (23/7). Pengembalian sesuai nomor urut dalam data konsumen yang mengajukan refund mulai nomor 1 sampai 25.

“Pencairan hari ini (Kamis) hanya sampai nomor 25 dulu, selanjutnya kami akan informasikan lagi,” kata salah seorang perwakilan yang tidak mau disebutkan namanya.

Lebih lanjut dikatakannya, pengembalian uang tersebut sesuai pernyataan di Polres bahwa perusahaan mencairkan jutaan rupiah per bulan untuk setiap nasabah. Dana dicairkan lewat konsorsium melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Kami diminta infokan agar yang meminta pembayaran via transfer harus melalui BRI. Tapi kepada yang mau menerima cash dana bisa diambil ke Kantor PT AG,” imbuhnya.

Namun, ironisnya pengembalian tidak seperti diharapkan ketika seorang konsumen, SD, datang ke Kantor PT AG. SD ternyata belum dapat menerima pengembalian dana karena nomor urutnya di atas 40.

“Pengertian saya, kalau kemarin nomor 1-25, maka hari ini, Jumat (24/7) akan cair pada nomor urut 25 dan seterusnya,” bebernya.

Terkait hal ini, salah satu marketing PT AG, Ww mengakui tidak tahu kapan nomor urut selanjutnya akan diberikan.

“Nanti pak, nomor urut bapak akan dihubungi oleh perwakilan karena akunting kami masih di luar, kami tidak pegang uangnya,” kata dia.

Sama seperti Ww, Yl seorang admin PT AG lainnya juga mengatakan hal serupa.

”Uangnya belum ada pak. Ibu akuntingnya masih di luar, kami tidak pegang uangnya,” tandas Yl.

Ketika dikonfirmasi Tabengan, Jenny bagian akunting PT AG mengakui tidak setiap hari dana dapat dicairkan.

“Update terbaru baru nanti Senin. Jadi tidak tiap hari karena sesuai kemampuan kantor. Karena kalau semua direfundkan kami tidak bisa bangun,” ungkapnya.

Sementara AR, Direktur PT AG di ruang kerjanya menyatakan komitmen untuk dapat memenuhi permintaan konsumen. Hanya, meminta waktu secara bertahap karena data yang dipegang pihak perwakilan dan PT AG tidak sinkron.

“Jadi jumlah konsumen totalnya seribuan, sedangkan yang direkap oleh perwakilan konsumen sekitar 600-an. Cuma di luar yang 600 ini nuntut mau lapor lagi ke Polres. Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mau dicampur, digabung jadi satu dibikin kesepakatan,” ujarnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas