Banjir Kobar Makin Parah, Status Tanggap Darurat Diperpanjang

  • Whatsapp
Banjir Kobar Makin Parah, Status Tanggap Darurat Diperpanjang
iklan atas
PANGKALAN BUN/tabengan.com – Masih tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat menyebabkan kondisi banjir makin parah. Hingga kini sebanyak 5.011 rumah yang ada di 3 kecamatan terendam. Dengan kondisi demikian, status tanggap darurat banjir pun diperpanjang hingga 31 Juli 2020. Musibah banjir juga merenggut nyawa satu orang warga Desa Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tengku Alisyahbana didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Reneli menjelaskan, pada saat digelar rapat koordinasi tentang penanganan masalah banjir di Kobar yang digelar, Jumat (24/7/2020), BMKG memprediksikan curah hujan akan turun hingga bulan Agustus 2020. Hal ini sebagai gambaran kondisi banjir yang terjadi di 3 kecamatan yakni Kecamatan Arut Utara, Arut Selatan dan Kotawaringin Lama (Kolam).
“Hingga hari ini, Sabtu (25/7/2020), total rumah yang terendam banjir mencapai 5.011 dengan jumlah jiwa sebanyak 20.044 orang. Saat ini pun kami terus menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir. Bantuan tersebut bukan saja dari Pemerintah Kobar, melainkan ada juga dari
FPRB, BPBD, Baznas, Naida, Gorammi, PT Angkasa Citra Lestari,” ujar Tengku Alisyahbana, saat meninjau kondisi banjir di Kelurahan Mendawai, Kelurahan Baru dan Desa Karang Anyar, Kumpai Batu Bawah dan Desa Tanjung Terantang.
Dirincikan, jumlah rumah yang terendam banjir Kecamatan Arut Selatan sebanyak 3.348 kepala keluarga, Kotawaringin Lama sebanyak 1.005 dan Kecamatan Arut Utara sebanyak 658 kepala keluarga.
“Jumlah yang paling banyak permukiman warga yang terdampak banjir terjadi di Kecamatan Arut Selatan, terutama di desa-desa yang masuk wilayah Kecamatan Arut Selatan, akses jalan menuju desa tersebut tergenang banjir. Banyak warga yang mengungsi secara mandiri yaitu mereka ada yang tinggal di rumah saudaranya, bahkan ada yang kontrak barakan di Kota Pangkalan Bun,” katanya. c-uli
iklan atas

Pos terkait

iklan atas