Kerugian Ditaksir Rp800 Juta, Harta Ludes, Korban Kebakaran Mengungsi ke Majelis

  • Whatsapp
Kerugian Ditaksir Rp800 Juta, Harta Ludes, Korban Kebakaran Mengungsi ke Majelis
Halimah dan anaknya saat berada di lokasi kebakaran Gang Bersama Kompleks Flamboyan Bawah. TABENGAN/FERRY WAHYUDI

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Upaya penyelidikan penyebab kebakaran yang terjadi di Gang Bersama, Kompleks Flamboyan Bawah, Kota Palangka Raya masih dilakukan Satreskrim Polresta Palangka Raya bersama Polsek Pahandut. Barang bukti berupa segulung kabel dan sebungkus arang bekas pembakaran diamankan Tim Inafis Polresta Palangka Raya untuk diperiksa.

Data dihimpun dari kepolisian, rumah yang terbakar di Kompleks Flamboyan Bawah RT 06/RW VIII Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya pada Kamis (23/7) malam, berjumlah 8 unit dengan kerugian material ditaksir Rp800 juta.

Delapan korban kebakaran, yakni Roni Maulana (35), Suriansyah (48), Ridwan (25), Kausar (43), Masrawan (40), Kamalludin (38), Hendri Riswan Hadi (35) dan Muhamad Berkat Reza (40).

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung Gultom mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, api berasal dari rumah korban Roni yang merembet ke rumah lainnya. Bangunan rumah yang terbuat dari kayu papan dan seng membuat api cepat merembet dan menghanguskan rumah lainnya.

“Pagi tadi (Jumat) sudah kita laksanakan olah TKP di 8 rumah, kita amankan satu gulung kabel dan arang. Diduga api berasal dari arus pendek. Saksi sejauh ini ada 7 yang dimintai keterangan,” tuturnya, kemarin.

Guna kepentingan penyelidikan, lokasi kejadian masih dipasang garis polisi untuk memudahkan penyidik melakukan pemeriksaan.

Menceburkan Diri ke Rawa
Rasa bingung dan sedih harus dirasakan Halimah. Kebakaran yang terjadi di Jalan Ahmad Yani Kompleks Flamboyan Bawah, Kamis malam, menghabiskan seluruh harta bendanya. Termasuk uang tabungan dan perhiasan emas.

Tidak ada barang yang tersisa dari ibu berusia 35 tahun tersebut. Seluruh perbekalan sekolah kedua anaknya turut lenyap dilalap api. Kebingungan bertambah karena tidak adanya sanak keluarga di Palangka Raya. Untuk sementara, Halimah harus menumpang tinggal di Majelis yang ada di dekat perkampungan yang terbakar.

Uluran bantuan dari pemerintah sangat diharapkan agar bisa kembali menunjang kehidupannya. Termasuk rumah sebagai tempat tinggal ia dan keluarganya.

Kepada Tabengan, Halimah menceritakan, saat kebakaran ia dan suami serta kedua anaknya berada di dalam rumah. Kebakaran baru diketahui setelah adanya keributan dari luar. Setelah membuka pintu dapur, api telah berkobar besar dari rumah tetangganya.

“Sekali kami buka pintu dapur api sudah besar. Tidak ada jalan keluar, hingga akhirnya kami menceburkan diri ke rawa yang ada di bawah rumah. Cuma satu unit motor Vario yang berhasil diselamatkan. Itu pun harus diceburkan ke rawa,” urainya sambil menahan tangis Zahra, anak bungsunya.

Kebakaran tersebut menghabiskan seluruh perabotan rumah tangga. Pakaian pun hanya ada yang melekat di badan.

“Kami berharap ada bantuan pemerintah untuk kami bisa tinggal. Uang sewa rumah saja kami tidak ada. Sudah puluhan tahun tinggal di sini,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah turut melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran. Ia pun menjanjikan memberikan bantuan melalui program-program yang ada di dinas terkait. Untuk membantu korban kebakaran, ia akan meminta Disdukcapil dan Dinas Pendidikan agar memfasilitasi korban kebakaran dalam mengurus surat-surat penting yang terbakar.

“Atas kejadian ini ada pembelajaran untuk evaluasi bersama agar seluruh warga waspada terhadap kondisi rumah, termasuk aliran listrik yang biasanya kurang diperhatikan. Memasuki musim kemarau musibah kebakaran turut diwaspadai terutama di kawasan padat penduduk,” tuturnya. fwa

Pos terkait