Mencari Batu untuk Uruk Banjir, Kakek Tewas Tenggelam

  • Whatsapp
Mencari Batu untuk Uruk Banjir, Kakek Tewas Tenggelam
iklan atas

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Selo (70) warga RT 2 RW 1 Desa Kumpai Batu Bawah (KBB), Kecamatan Arut Selatan ditemukan tidak bernyawa lagi setelah tenggelam selama 7 jam. Selo mencari batu koral untuk menguruk halaman rumahnya yang tergenang banjir.

Kepala Desa Kumai Batu Bawah Bambang Silihwarno mengatakan, Selo menghilang pada Kamis (23/7/2020) pada pukul 11.00 WIB dan ditemukan pada pukul 17.30 WIB.

“Pak Selo ini menggunakan perahu kecil mencari batu koral untuk menguruk halaman rumahnya yang tergenang banjir dengan kedalaman 1 meter. Batu-batu tersebut dia bawa dengan perahunya, ada kemungkinan yang bersangkutan mengalami karam dan tidak bisa berenang,” kata Bambang Silihwarno kepada Tabengan, Kamis, melalui telepon seluler.

Dikatakan, anak korban curiga karena bapaknya tidak ada di rumah. Kemudian anaknya juga berusaha mencari ke rumah tetangga terdekat, namun tidak ketemu.

“Setelah siang hari baru ramai mencari Mbah Selo karena hilang. Proses pencarian semakin sulit karena kondisi di Desa Kami itu tengah banjir yang lumayan tinggi, dan akhirnya proses pencarian dilakukan di sekitar rumah namun tidak ditemukan. Hingga proses pencarian sampai di Sungai Arut, takut terbawa arus banjir,” ujarnya.

Semakin sore, warga yang mencari bertambah banyak namun tidak kunjung ketemu. Hingga lebih dari 7 jam tepatnya menjelang magrib melihat jasad orang mengapung.

“Mbah Selo ditemukan 100 meter dari rumahnya, dekat pohon pisang dekat eks PT Bintang Arut. Saat ditemukan Mbah Selo sudah meninggal dunia,” ujarnya. c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas