5 Penganiaya Relawan Covid-19 Tersangka

  • Whatsapp
5 Penganiaya Relawan Covid-19 Tersangka
Lima tersangka saat dimunculkan dalam rilis kasus pemukulan Tim Gugus Tugas Covid-19. TABENGAN/FERRY WAHYUDI

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyayangkan terjadinya pemukulan yang dilakukan oleh oknum warga kepada petugas atau relawan penanganan Covid-19 saat melakukan pemakaman di Km 12, Selasa (21/7) lalu.

“Selaku Gubernur, saya prihatin dan sedih melihat dan mendengar ada kejadian pemukulan di areal pemakaman Km 12 terhadap petugas Covid-19. Diduga dari pihak rumah sakit mengarah ke Covid-19, sehingga dilakukan pemakaman. Dan di lokasi pemakaman terjadi keributan, hingga ada oknum warga yang melakukan pemukulan. Saat ini sudah ditangani pihak kepolisian. Itu harus ditindak tegas untuk efek jera, agar warga juga dapat memahaminya,” kata Sugianto, seperti rilis yang diterima Tabengan, Rabu (22/7).

Meski demikian, Sugianto yang juga Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Kalteng meminta kepada tim medis dan petugas Covid-19 terus memberikan edukasi secara maksimal, pemahaman agar masyarakat paham dan mengerti.

Gubernur juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolda Kalteng, Danrem dan Kabinda untuk menindak dan proses hukum bagi oknum-oknum masyarakat yang merampas jenazah, melakukan upaya menghalangi, penganiayaan saat pemakaman kasus Covid-19. Ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran dan masyarakat lainnya juga terhindar.

Sementara, Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan penanganan dan proses terhadap terduga pelaku pemukulan dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah ditangani dan proses. Setelah ada info kejadian, tim bergerak melakukan penanganan dan sudah diamankan. Saat ini masih dilakukan penyeldikan lebih lanjut,” kata Kapolda.

Tetapkan Tersangka
Satreskrim Polresta Palangka Raya, telah menetapkan status tersangka kepada 5 pelaku penganiayaan terhadap tim relawan pemakaman Covid-19 yang terjadi di TPU Tjilik Riwut Km 12, Selasa lalu. Lima pelaku telah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Kapolresta Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, berdasarkan laporan polisi nomor 418 yang masuk ke Polresta Palangka Raya, telah ada 5 terperiksa, yakni ZT (45), TA (27), CA (23), PN (22), dan AB (23) yang kini telah ditetapkan tersangka dan ditahan.

Dari hasil pemeriksaan kepada tersangka, ZT mengakui melakukan pemukulan satu kali di bagian muka dan mendorong relawan sebanyak 2 kali, lalu CA mengaku memukul di bagian muka, TA melakukan pengeroyokan bersama AB dan PN.

Ditegaskan, pemeriksaan dan penyidikan akan dilakukan secara intensif karena permasalahan tersebut menjadi atensi Presiden, Kapolri dan Kapolda Kalteng. Relawan Covid-19 yang mengalami kekerasan atau penganiayaan harus ditangani secara serius.

“Ancaman hukumannya Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan dan Pasal 170 KUHpidana,” tegasnya.

Jaladri menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah menempatkan personel di masing-masing rumah sakit. Biasanya selalu ada pengawalan bagi mobil ambulans. “Namun kemungkinan karena tidak ada pemberitahuan, sehingga petugas tidak melakukan pengawalan,” jelasnya.

Terjunkan Tim Hukum
Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Kalteng bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) terus melakukan koordinasi dan tindak lanjut proses hukum terkait dugaan penganiayaan oleh oknum warga terhadap sejumlah relawan dalam proses pemakaman di TPU Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, Selasa.

Selain menyiapkan pendampingan hukum terhadap para korban, PWM Kalteng juga menyampaikan klarifikasi atas informasi-informasi yang berkembang di masyarakat maupun yang dilansir media massa terkait kejadian tersebut.

Ketua PWM Kalteng H Ahmad Syari, Rabu, yang didampingi Sekretaris PWM Kalteng Muhammad Zuhri, Ketua MCCC HM Norsanie Darlan dan Sekretaris Evan Bastian, serta Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalteng Hj Norhayati, mengatakan, lantaran peristiwa ini sudah masuk ke proses hukum, maka PWM berkoordinasi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan telah mendapat arahan untuk melakukan pendampingan hukum terhadap para korban.

Terkait proses hukum ini, pihaknya telah menerima dan berkoordinasi dengan tim beranggotakan 3 konsultan hukum dari Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) PP Muhammadiyah yang hadir atas inisiasi Pengurus Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalteng. Ketiganya, Novan Noviar SH, Muhammad Sandi SH, dan Hartono Sahli SH. fwa/dkw/hil

Pos terkait