Panitia Kurban Harus Lapor Tim Gugus Tugas

  • Whatsapp
Panitia Kurban Harus Lapor Tim Gugus Tugas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 setempat segera menerbitkan surat imbauan dan edaran, terkait tata cara perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada 31 Juli ini.

Koordinator Divisi Asistensi dan Pengawasan Protokol Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Yandi, kepada Tabengan, Rabu (22/7), mengatakan, sudah berkoordinasi dengan pihak terkait di lingkup Pemko, terkait penanganan penyembelihan hewan kurban dan distribusinya.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), MUI, dan lembaga keagamaan seperti Muhamadiyah dan NU Kota Palangka Raya serta Departemen Agama. Jadi dalam waktu dekat akan diterbitkan surat imbauan atau edaran bersama yang akan dikeluarkan oleh ormas dan badan terkait,” jelas Yandi.

Ia melanjutkan, yang akan menjadi dasar pihaknya dalam menerbitkan edaran terkait dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yakni Surat Edaran Kemenag No.18/2020 tentang penyelenggaraan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban 1441 Hijriyah menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Dalam edaran itu, Yandi menekankan, panitia kurban Hari Raya Idul Adha harus berkoordinasi dengan tim gugus daerah setempat, dengan memperhatikan zona di wilayahnya, apakah termasuk zona merah, kuning, atau hijau.

“Sejak Minggu lalu, tim kita sudah ke masjid dan berkoordinasi lebih lanjut. Ada hampir 15 masjid yang akan gelar Salat Idul Adha. Kita tekankan pada penerapan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, penggunaan masker bagi jamaah, sterilisasi dan disinfeksi tempat ibadah, serta penyediaan wadah cuci tangan. Standar itu yang kita arahkan,” bebernya.

Sedangkan untuk tata cara pemotongan hewan kurban, saat ini masih dikaji, sesuai dengan edaran dari Kemenag, kemudian disesuaikan dengan kondisi di Kota Cantik.

“Seharusnya di RPH (Rumah Pemotongan Hewan) lebih mudah dilakukan pengawasan karena di bawah Pemko langsung. Tapi kalau seluruh hewan kurban semua di potong di RPH, saya kira mungkin tak sanggup, karena jumlahnya ribuan. Jika ingin berkurban secara mandiri, tentu ada teknis lebih lanjut. Kita akan menunggu petunjuk teknis dari Kemenag RI,” ujarnya.

“Biasanya dalam kegiatan pemotongan hewan kurban, maka akan ramai menjadi tontonan masyarakat. Untuk penguraian massa dan penerapan protokol kesehatan, kita sudah melakukan sosialisasi hampir ke 54 masjid untuk memaksimalkan peran panitia kurban serta Pos Reaksi Cepat di tiap masjid,” pungkasnya. rgb

Pos terkait