Disdik: Jangan Bebankan Biaya Buku pada Orang Tua Siswa

  • Whatsapp
Disdik: Jangan Bebankan Biaya Buku pada Orang Tua Siswa
Akhmad Fauliansyah
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Akhmad Fauliansyah menginstruksikan ke sekolah khususnya kepada mereka yang dibawah kewenangan Disdik setempat seperti Sekolah Dasar (SD) dan SMP agar tak membebankan siswa membeli buku sebagai bahan penunjang kegiatan belajar mengajar karena hal tersebut dikhawatirkan akan merepotkan orang tua siswa.

“Disdik kota sebetulnya sudah sering memberikan himbauan kepada kepala sekolah agar jangan sekali-sekali membuat kebijakan yang mengharuskan orang tua siswa membeli buku. Ini harus mampu dipahami dan menjadi perhatian bagi seluruh pihak sekolah,” tuturnya kepada Tabengan, Selasa (21/7).

Hal tersebut disampaikan Fauliansyah saat ditanyakan mengenai kemungkinan adanya pihak sekolah yang melanggar aturan terkait. Sebab saat ini, terutama di Kabupaten Kotawaringin Timur telah ramai pemberitaan dimana para orang tua siswa merasa keberatan dengan kewajiban menebus buku sekolah dengan harga yang tak murah. Hal itu tentu dirasakan memberatkan, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Untuk Kota Palangka Raya, seperti kejadian yang di Sampit mungkin saja ada, kita tak memungkiri hal tersebut tapi belum terekspos ke masyarakat. Namun kami tak henti-hentinya memberikan imbauan bagi pihak sekolah agar tak melakukan hal yang bersifat melanggar aturan,” jelas Fauliansyah.

Untuk itu, mantan Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya ini meminta kepada pihak sekolah untuk bisa memanfaatkan buku-buku yang ada di perpustakaan yang bisa dipinjamkan kepada siswa secara bergiliran. Ataupun jika memang harus membeli buku, lanjutnya, bisa memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 tentang komite sekolah yang di dalamnya membahas tentang pelarangan menjual buku kepada siswa, tentu kami harapkan agar pihak sekolah disini bisa mentaatinya. Jangan sampai membebani orang tua siswa karena kemampuan ekonomi setiap orang tak bisa disamakan apalagi disaat pandemi seperti sekarang,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas