Diduga Gelapkan Dana Bansos, Oknum Ketua RT Dipolisikan

  • Whatsapp
Diduga Gelapkan Dana Bansos, Oknum Ketua RT Dipolisikan
Sejumlah warga saat membuat laporan polisi terkait dugaan penggelapan dana bansos ke Polres Kotim, Selasa (21/7/2020).
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Sejumlah warga RT 31, RW 03, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim, yang sebagian besar ibu-ibu, kesal bukan main. Pasalnya, dana bantuan sosial dari provinsi yang seharusnya mereka terima, diduga digelapkan oleh oknum Ketua RT setempat yaitu SA. Sebab itulah mereka melaporkan hal tersebut ke Polres Kotawaringin Timur.

Total bantuan yang digelapkan sekitar Rp20.500.000. Karena yang menjadi korban mencapai 41 kepala keluarga (KK) yang seharusnya menerima bantuan sosial tersebut.

“Yang belum diserahkan bantuan tersebut ada sekitar 41 KK, dan yang baru diserahkan hanya 14 KK, itu juga tetangga dari Ketua RT tersebut,” kata salah seorang pelapor, Toriah, Selasa (21/7/2020).

Penerima bantuan sosial tersebut seharusnya menerima Rp500 ribu per KK. Sedangkan di RT tersebut, yang masuk dalam data penerima ada 55 KK. Namun setelah pencairan pada 12 Juli 2020 lalu, hanya 14 KK yang diserahkan oleh Ketua RT. Sedangkan 41 KK lainnya, belum menerima.

Masalah ini sempat dilakukan mediasi di Polsek Ketapang. Hasilnya, Ketua RT tersebut minta tempo 3 hari untuk menyerahkan bantuan sosial bagi penerimanya. Namun setelah 3 hari, ternyata sang istri menghubungi warga dan mengatakan hanya bisa memberikan Rp400 ribu untuk 15 KK saja.

Bahkan, lanjut Toriah, tadi malam istri oknum Ketua RT masih menelepon lagi, bahwa dia hanya bersedia membayar Rp400 ribu untuk 8 KK saja. Tentu hal tersebut menjadi pertanyaan mereka, sehingga mereka mantap untuk melaporkannya ke Polres Kotim.

“Kalau bisa dalam beberapa hari ke depan bantuan tersebut sudah diserahkan kepada masing-masing KK penerima,” jelasnya.

Persoalan ini bermula ketika Ketua RT tersebut mendata penerima bantuan sosial warganya. Ada 62 KK yang diajukan, namun yang berhak menerima hanya 55 KK.

Pencairan dana tersebut dilakukan di Bank Kalteng. Sehingga untuk menghindari bertumpuknya banyak orang, pencairan dana dilakukan oleh Ketua RT atas surat kuasa dengan tanda tangan di atas materai warganya.

Setelah dana cair, Ketua RT berjanji akan membagikan pada 15 Juli 2020. Namun saat itu tidak dilakukan, sehingga warga mendatangi rumah Ketua RT tersebut.

Akan tetapi, Ketua RT tidak bisa ditemui. Sehingga dilaporkan ke Polsek Ketapang untuk mediasi, dan diberikan waktu 3 hari unuk menyalurkan bantuan tersebut. Namun hingga waktu yang disepakati, tidak juga warga menerima bantuan tersebut. Dan langsung dilaporkan ke Polres Kotim.

Terkait kasus tersebut, Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan dari warga.

“Saat ini kami masih lakukan penyelidikan, dan akan kami proses nantinya,” katanya, Selasa.

Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa korban, untuk memastikan apakah memang tidak menerima bantuan tersebut atau sudah diterima. “Proses penyaluran dari bantuan sosial ini juga akan ditelusuri lebih dulu. Setelah itu, kami akan mencari terlapor dimana keberadaannya. Guna pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas