Arsi, Bayi Penderita Hidrosefalus di Lamandau Butuh Bantuan

  • Whatsapp
Arsi, Bayi Penderita Hidrosefalus di Lamandau Butuh Bantuan
Muhammad Syauqi Ananda Arsi, anak ketiga dari pasangan Arbai dan Susilawati harus berjuang melawan penyakit hidrosefalus yang menyebabkan kepalanya terus membesar. ISTIMEWA

NANGA BULIK/tabengan.com- Sedih. Itulah perasaan yang dirasakan oleh Arbai (31) dan Susilawati (28), warga Desa Sungai Mentawa Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.

Pasangan suami istri ini setiap hari melihat anak ketiganya yang bernama Muhammad Syauqi Ananda Arsi, hanya terbaring lemah berjuang melawan penyakit hidrosefalus.

Tak hanya menderita hidrosefalus, di usianya yang baru kurang lebih 3 bulan, Arsi juga mengalami gangguan pencernaan. Akibatnya, tidak bisa Buang Air Besar (BAB) secara normal.

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh orang tuanya. Selain hanya pasrah dan mengandalkan BPJS dari pemerintah karena kondisi ekonomi yang terbatas, musibah banjir dan wabah Covid-19 menyebabkan pengobatan untuk Arsi masih tertunda.

Susi mengaku, selama ini tidak ada pengobatan yang dilakukan untuk Arsi. Untuk menenangkan ketika Arsi menangis, yang bisa dilakukan hanyalah menggendongnya.

Dengan kondisi kepala terus membesar, Arsi hanya terbaring lemah di tempat tidurnya.

“Dulu pasca dilahirkan Arsi sempat dirawat di RSUD Sultan Imanuddin selama 15 hari dan kondisinya lumayan stabil, sebelum akhirnya Dokter menganjurkan agar Arsi dibawa ke RS Karyadi, Semarang,” kata Susilawati, melalui pesan WhatsApp.

Ketika mau berangkat, imbuh dia, Dokter memberitahukan rujukan Arsi harus ditunda dulu karena masih musim Corona.

Baik Arbai maupun Susilawati, berharap Arsi bisa segera dibawa ke RS agar dapat dilakukan penanganan dan pengobatan lebih lanjut demi kesembuhannya.

Mereka pun berharap kepada para dermawan kiranya ada yang sudi membantu biaya pengobatan Arsi. c-kar

Pos terkait