Total 3.308 Masyarakat, 311 Reaktif

  • Whatsapp
Total 3.308 Masyarakat, 311 Reaktif
Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya melakukan rapid test massal di Pasar Kahayan, pekan lalu.
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sejak awal bulan ini, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 kota setempat telah memaksimalkan upaya penanggulangan penyebaran pandemi Covid-19 dengan melakukan sosialisasi, edukasi, razia masker di kawasan yang masuk dalam zona merah.

Selain itu, juga dilakukan pengetatan dan pengawasan arus keluar masuk masyarakat di Pos Lintas Batas (Libas) di Desa Taruna dan Kelurahan Pahandut Seberang, serta melakukan layanan kesehatan rapid test massal bagi masyarakat.

Melalui siaran pers Tim Gugus Tugas yang disampaikan juru bicara Murni D Djinu, Senin (20/7), diketahui pelayanan rapid test massal yang dilakukan pihaknya sejak 2 Juli-18 Juli 2020 telah dilaksanakan pada 14 titik.

Terakhir, jelas Murni, rapid test dilakukan di kawasan Pasar Kahayan pada 18 Juli. Dari total 480 pedagang dan masyarakat yang mengikuti rapid test ditemukan 45 orang atau 9,38 persen yang reaktif.

Selain itu, tambahnya, kegiatan rapid test pada hari yang sama juga dilakukan pada petugas rapid test Pasar Kahayan yang terdiri dari petugas Dinas Kesehatan dan mahasiswa. Dari 45 orang yang mengikuti rapid test, 1 di antaranya dinyatakan reaktif.

Sebelumnya, dilaksanakan rapid test di Pasar Rajawali pada Jumat (17/7), dari 243 yang ikut test didapatkan 10 orang reaktif. Pada Kamis (16/7), rapid test massal di Pasar Citra dan Pasar Payang dari 394 ikut rapid test, 52 orang dinyatakan reaktif.

“Secara kumulatif, hingga tanggal 18 Juli kemarin dari 14 titik rapid test massal, telah diikuti oleh 3.308 orang, 311 orang atau 9,40 persen di antaranya reaktif,” sebut Murni.

Bagi masyarakat yang dinyatakan reaktif, lanjutnya, wajib menjalani isolasi mandiri untuk kemudian mengikuti swab test untuk mengonfirmasi diagnosis apakah positif atau negatif Covid-19.

“Dengan telah dimilikinya alat PCR oleh Pemko Palangka Raya yang berada di RSUD Kota di Kelurahan Kalampangan, akan mempercepat proses diagnosanya. Alat tersebut mampu memeriksa hingga 100 spesimen per hari. Dengan kemampuan deteksi dini penularan Covid-19 pada masyarakat seperti ini, sehingga virus ini bisa dikendalikan dan ditangani secara medis dengan cepat,” bebernya.

Sementara, Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani bersama dengan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) turut memantau pelaksanaan rapid test di zona IV Kecamatan Bukit Batu, yang bekerja sama dengan yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dan Laboratorium Prodia, Senin.

“Untuk memaksimalkan upaya penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19, maka Tim Gugus Tugas bersama dengan seluruh pihak akan terus berkoordinasi dan bahu-membahu. Termasuk melaksanakan rapid test bagi mereka yang berada di zona rawan dan kawasan berpotensi tinggi,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas